TASIKMALAYA – Seorang mantan narapidana terorisme (napiter) berinisial A ditangkap setelah diduga memicu ledakan di kawasan pedagang kaki lima Dadaha, Kota Tasikmalaya. Polisi kini mendalami motif pelaku sekaligus mengusut temuan sejumlah barang mencurigakan dari rumah kontrakannya.
Peristiwa ledakan yang menggegerkan kawasan Dadaha, Kota Tasikmalaya, Sabtu (11/7/2026) malam, masih terus didalami aparat kepolisian. Ledakan itu diduga dipicu oleh mantan narapidana terorisme (napiter) berinisial A setelah terlibat pertengkaran dengan pedagang kaki lima lainnya.
Sehari setelah kejadian, Minggu (12/7/2026), tim gabungan yang terdiri dari personel Brimob, Polda Jawa Barat, dan Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota menangkap pelaku sekaligus menggeledah rumah kontrakannya di Kelurahan Cilembang, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya.
Dalam penggeledahan tersebut, petugas mengamankan sejumlah barang yang dinilai mencurigakan, di antaranya peralatan yang diduga berkaitan dengan bahan peledak serta beberapa buku bertema aqidah. Seluruh barang bukti kini diamankan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Kasus ini menjadi perhatian aparat karena pelaku diketahui merupakan mantan anggota jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang telah menjalani hukuman dan masih mengikuti program pembinaan pemerintah.
Sehari-hari, A diketahui berjualan es teh menggunakan gerobak di kawasan Dadaha. Aktivitas itu dijalaninya setelah kembali ke masyarakat pasca bebas dari penjara.
Seorang warga sekitar, Nurdin (54), mengatakan identitas pelaku sebagai mantan napiter sudah diketahui masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya.
“Pelaku memang mantan Napiter, soalnya pelaku pun masih setiap bulannya menerima uang pembinaan dari lembaga pemerintah terkait. Saya tahu dari beliau yang bilang dan selama ini sudah kembali ke NKRI serta memilih berdagang es teh di Dadaha. Warga di sini juga pada tahu itu,” ujarnya saat ditemui di sekitar rumah kontrakan pelaku, Minggu.
Menurut Nurdin, pelaku baru sekitar dua bulan tinggal di rumah kontrakan tersebut bersama keluarganya, meski berasal dari kelurahan yang sama.
“Asli sini, domisili sini satu kelurahan. Cuma pelaku dan keluarganya baru dua bulanan mengontrak di sini,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa pelaku dikenal memiliki kemampuan merakit petasan yang biasanya dijual menjelang perayaan hari besar seperti Lebaran dan Tahun Baru.
Berawal dari Perkelahian Antar Pedagang
Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden bermula ketika pelaku terlibat perselisihan dengan pedagang kaki lima yang berjualan di dekat lapaknya. Keributan tersebut sempat mengundang perhatian warga hingga memicu kerumunan.
Tak lama setelah cekcok berlangsung, terdengar ledakan dari lokasi gerobak yang berada di sekitar tempat pelaku berjualan. Polisi kemudian bergerak cepat mengamankan situasi dan menangkap terduga pelaku.
Ketua RT 02 RW 13 Kelurahan Cilembang, Ade Mumu, membenarkan bahwa salah satu warganya diamankan polisi terkait insiden tersebut.
Ia mengaku tidak mengetahui penyebab pasti perkelahian yang terjadi. Namun, dirinya turut mendampingi petugas saat penggeledahan dilakukan di rumah kontrakan pelaku.
“Kalau masalah berkelahinya tidak tahu gara-gara apa. Tapi, polisi menggeledah ke rumah kontrakan ini karena pelaku dicurigai berbuat itu (peledakan) dan diamankan beberapa barang bukti yang mencurigakan tadi. Saya lihat dan saya mendampingi petugasnya tadi saat geledah,” ujarnya.
Polisi Periksa Tiga Orang
Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Andi Purwanto mengatakan penyelidikan dimulai setelah pihak kepolisian menerima laporan dari UPTD Dadaha mengenai keributan antar-pedagang yang berujung pada ledakan.
Sejak Sabtu malam hingga Minggu sore, tim gabungan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan barang bukti, serta memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap rangkaian peristiwa secara utuh.
Dalam proses penyelidikan tersebut, polisi telah mengamankan tiga orang untuk dimintai keterangan, termasuk terduga pelaku utama.
Meski sempat mengundang kepanikan warga, polisi memastikan ledakan yang terjadi memiliki daya ledak rendah sehingga tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka.
“Kita sedang memintai keterangan seputar kejadian dari ketiga orang ini. Alhamdulillah kalau situasi sudah kondusif dan sedang ditangani kasusnya oleh Kepolisian,” kata AKBP Andi Purwanto.
Polisi Dalami Motif dan Temuan Barang Bukti
Hingga kini, penyidik masih mendalami motif pasti di balik ledakan tersebut. Aparat juga menelusuri keterkaitan antara barang-barang yang ditemukan di rumah pelaku dengan peristiwa ledakan di kawasan Dadaha.
Pemeriksaan forensik terhadap barang bukti, termasuk peralatan yang diduga berkaitan dengan bahan peledak, masih terus dilakukan untuk memastikan apakah insiden tersebut semata dipicu konflik pribadi atau terdapat unsur lain yang memerlukan pendalaman lebih lanjut.
Sementara itu, situasi di kawasan Dadaha dilaporkan telah kembali kondusif. Aktivitas masyarakat dan para pedagang mulai berjalan normal di bawah pengawasan aparat kepolisian yang masih berjaga di sekitar lokasi.