MADIUN – Komando Operasi Udara Nasional (Koopsudnas) resmi menutup Latihan Matra Udara II “Brahmastra Perkasa” Tahun Anggaran 2026 di Lanud Iswahjudi, Madiun, Jawa Timur. Latihan berskala besar tersebut menjadi tolok ukur kesiapan TNI Angkatan Udara dalam menghadapi ancaman multidomain yang semakin kompleks sekaligus menguji kemampuan operasi udara terpadu di bawah satu komando.
Penutupan latihan dipimpin langsung Panglima Komando Operasi Udara Nasional (Pangkoopsudnas), Marsdya TNI Minggit Tribowo, selaku Pimpinan Umum Latihan (Pimumlat), Jumat (10/7/2026).
Fokus utama latihan tidak hanya mengasah kemampuan tempur udara, tetapi juga menguji efektivitas sistem komando dan kendali, interoperabilitas antarsatuan, hingga kecepatan pengambilan keputusan militer dalam menghadapi dinamika ancaman yang berkembang di era peperangan modern.
Kepala Penerangan Koopsudnas, Kolonel Sus Sonaji Wibowo, mengatakan latihan tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Koopsudnas untuk memastikan seluruh unsur pertahanan udara nasional memiliki kesiapan operasional yang optimal.
Menurut Sonaji, rangkaian latihan dirancang untuk mengintegrasikan kemampuan berbagai satuan sehingga mampu melaksanakan operasi udara secara terpadu dalam berbagai skenario ancaman.
Dalam sambutannya, Pangkoopsudnas menegaskan bahwa Latihan Matra Udara II “Brahmastra Perkasa” memiliki nilai strategis sebagai wahana untuk menguji seluruh elemen operasi udara, mulai dari komando hingga pelaksanaan di lapangan.
“Latihan Matra Udara II ‘Brahmastra Perkasa’ Koopsau merupakan wahana strategis untuk menguji kesiapan komando dan kendali, interoperabilitas antarsatuan, kecepatan pengambilan keputusan militer, serta kemampuan jajaran dalam menggelar operasi udara terpadu,” kata Pangkoopsudnas.
Ia menilai tantangan pertahanan saat ini tidak lagi terbatas pada ancaman konvensional. Perkembangan teknologi dan pola konflik modern menuntut kesiapan yang lebih adaptif melalui sinergi antarsatuan dan kemampuan merespons situasi secara cepat.
Karena itu, latihan ini juga difungsikan sebagai sarana untuk mengevaluasi efektivitas doktrin, prosedur operasi, serta pola kerja sama antarunsur dalam sistem pertahanan udara nasional.
Pangkoopsudnas menegaskan bahwa hasil latihan menjadi indikator penting dalam mengukur kesiapan Koopsudnas menghadapi berbagai kemungkinan ancaman pada masa mendatang.
“Selain menjadi sarana validasi doktrin, prosedur, dan interoperabilitas operasi udara, latihan juga menjadi tolak ukur kesiapan Koopsudnas dalam menghadapi berbagai spektrum ancaman multidomain masa depan,” ujarnya.
Konsep ancaman multidomain sendiri mencakup berbagai bentuk ancaman yang dapat muncul secara bersamaan, baik melalui dimensi udara, darat, laut, siber, maupun spektrum elektromagnetik. Kondisi tersebut menuntut koordinasi lintas satuan yang lebih cepat, akurat, dan terintegrasi.
Melalui Latihan Brahmastra Perkasa, Koopsudnas menguji kemampuan personel dalam menyusun perencanaan operasi, mengoordinasikan kekuatan udara, serta menjalankan pengendalian misi secara efektif sesuai perkembangan situasi di lapangan.
Di akhir kegiatan, Pangkoopsudnas menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang terlibat karena seluruh tahapan latihan dapat dilaksanakan sesuai rencana.
“Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh peserta latihan atas dedikasi dan kerja keras yang telah mengantarkan seluruh rangkaian latihan berjalan sesuai rencana,” ungkapnya.
Ia berharap seluruh pengalaman, temuan, dan hasil evaluasi selama latihan dapat menjadi bekal untuk terus meningkatkan profesionalisme prajurit serta memperkuat kesiapan operasional Koopsudnas dalam menjaga kedaulatan wilayah udara Indonesia.
Acara penutupan turut dihadiri Panglima Komando Operasi Udara (Pangkoopsau), Pangkosek IV, Asisten Operasi Kaskoopsudnas, Komandan Lanud Iswahjudi, sejumlah pejabat Koopsudnas, serta para komandan satuan yang menjadi peserta latihan. Seluruh rangkaian kegiatan menandai berakhirnya salah satu agenda strategis pembinaan kemampuan operasi udara TNI AU pada Tahun Anggaran 2026.