Masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) diminta meningkatkan kewaspadaan. Dua gunung berapi aktif di wilayah tersebut dilaporkan mengalami erupsi hampir bersamaan pada Jumat (17/7/2026) sore, memicu semburan abu vulkanik pekat ke udara. Kedua gunung tersebut adalah Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur dan Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata.
Rentetan aktivitas vulkanik ini dimulai oleh Gunung Lewotobi Laki-laki yang memuntahkan materialnya pada pukul 16.02 WITA. Berdasarkan rekaman seismogram, letusan ini memiliki amplitudo maksimum 14,8 mm dengan durasi gempa hembusan sekitar 1 menit 31 detik.
Kepala Pos Pengamat Gunung Api (PGA) Lewotobi Laki-laki, Herman Yosef Mboro, mengungkapkan bahwa erupsi tersebut menciptakan kolom abu setinggi ratusan meter dari puncak kawah.
“Tinggi kolom abu teramati mencapai 300 meter. Warnanya kelabu dengan intensitas tebal, bertiup kuat mengarah ke sektor barat dan barat laut,” jelas Herman.
Mengingat bahaya yang mengintai, Herman meminta warga sekitar untuk segera mengenakan alat pelindung seperti masker agar terhindar dari ISPA akibat paparan abu. Saat ini, status aktivitas gunung bertipe strato ini kokoh berada pada Level III (Siaga).
Disusul Erupsi Lebih Besar di Lembata
Hanya berselang lima menit kemudian, tepatnya pukul 16.07 WITA, giliran Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata yang menyusul bergolak. Semburan dari gunung ini bahkan terpantau jauh lebih tinggi.
Petugas PGA Ile Lewotolok, Stanislaus Ara Kian, melaporkan tinggi kolom abu akibat letusan sore itu menembus angka 600 meter di atas puncak, atau sekitar 2.023 meter di atas permukaan laut.
“Erupsi ini terekam jelas di seismogram dengan getaran amplitudo maksimum mencapai 33,2 mm dan durasi 1 menit 2 detik,” ungkap Stanislaus pada Jumat sore. Kolom abu tebal berwarna kelabu tersebut dilaporkan bergerak condong ke arah tenggara dan barat.
Meskipun aktivitas vulkanik Gunung Ile Lewotolok saat ini masih berada pada Level II (Waspada), pihak berwenang mengeluarkan pembatasan ketat. Masyarakat setempat maupun wisatawan dilarang keras mendekat atau melakukan aktivitas apa pun di dalam radius aman 2 kilometer dari pusat kawah gunung demi menghindari risiko awan panas dan lontaran material pijar.