Bos tim Mercedes, Toto Wolff, secara tegas membebaskan George Russell dari segala tuduhan pasca-gugurnya sang pembalap pada lap pertama F1 Grand Prix Belgia. Wolff mengungkapkan bahwa masalah kronis pada sistem reliabilitas mobil Mercedes kembali menjadi akar malapetaka tersebut.
Sebelum akhir pekan balap dimulai, Wolff sebenarnya sudah mewanti-wanti timnya untuk mengubah kecepatan mobil menjadi hasil nyata, mengingat rentetan masalah teknis sebelumnya telah membuat Ferrari merangkak naik memangkas jarak di klasemen. Namun, “hantu” mekanis itu justru kembali menampakkan diri di Sirkuit Spa-Francorchamps.
Kehilangan Tenaga hingga Disenggol Hamilton
Frustrasi Russell yang sudah memuncak sejak sesi kualifikasi akhirnya meledak di lintasan balap. Masalah pada unit baterai membuat mobilnya kekurangan pasokan tenaga (power) secara drastis saat melintasi trek lurus Kemmel Straight di lap pertama.
Akibat laju mobil yang mendadak lambat, Russell terjebak di posisi rentan sebelum akhirnya tersenggol masuk ke dalam jebakan kerikil (gravel) oleh mantan rekan setimnya, Lewis Hamilton.
“Ada dua situasi berbeda di sini,” buka Toto Wolff saat diwawancarai Sky Sports F1. “Pertama adalah insiden balapannya itu sendiri. Itu sangat sial bagi kami karena kehilangan banyak poin konstruktor dan poin pembalap untuk George. Yang kedua, kami mendeteksi ada isu di seluruh mesin Mercedes yang membuat kami kehilangan tenaga di trek lurus. Hal itu merugikan George dengan sangat parah. Kejadian ini 100 persen adalah kesalahan tim kami.”
Wolff menambahkan bahwa defisit energi tersebut membuat Russell kehilangan waktu sekitar 0,2 hingga 0,25 detik per lap saat mode kualifikasi, meskipun efeknya sedikit berkurang saat simulasi balapan panjang (long runs).
Rumitnya Regulasi Baru Mesin F1 2026
Saat ditanya media mengenai mengapa tim sebesar Mercedes masih kelabakan memahami kompleksitas power unit baru musim 2026, Wolff mengakui bahwa regulasi mesin saat ini memang sangat rumit.
Cara mobil memanen energi (harvesting), menyalurkannya (deployment), hingga interaksi langsung pembalap di balik kemudi membutuhkan sinkronisasi yang teramat rumit.
Menurut Wolff, wajar jika masalah keandalan mesin (reliability) kerap muncul di awal era regulasi baru seperti musim ini.
“Kami tahu kami punya paket mobil yang super kuat, sasis dan mesin yang berlevel juara dunia. Tapi kami masih harus berjuang keras menyelesaikan masalah reliabilitas ini,” tegas Wolff.
Berkah Terselubung Menuju GP Hungaria
Meski merugikan Russell, Wolff menilai ada berkah terselubung dari rusaknya mesin di sirkuit Spa yang menuntut konsumsi energi tinggi. Masalah mesin ini terdeteksi di area hilangnya tenaga menjelang Tikungan 18.
Jika masalah ini baru muncul di seri berikutnya seperti Budapest (GP Hungaria) yang tidak terlalu rakus energi, tim teknis Mercedes diyakini akan jauh lebih kesulitan mengidentifikasi kerusakan tersebut. Kendati demikian, Wolff tetap legawa mengakui bahwa problem teknis inilah yang menjadi alasan utama mengapa jarak performa George Russell tertinggal cukup jauh dari sang rekan setim, Kimi Antonelli, sepanjang akhir pekan di Belgia.