BOGOR – Kepala Bagian Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mendapati dapur penyedia Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang steril justru becek, saat menggelar sidak mendadak di Bogor, Jawa Barat, Jumat (24/7/2026). Temuan itu seketika memicu teguran keras di lokasi.
Genangan air itu terdeteksi di SPPG Tegal Gundil 05, satu dari tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang disambangi Sudaryono dalam sidak siang tadi. Ironisnya, dapur ini merupakan tempat pengolahan makanan yang akan langsung dikonsumsi anak-anak dan kelompok penerima manfaat program unggulan pemerintah tersebut.
Tanpa basa-basi, Sudaryono langsung menyoroti lantai dapur yang basah di hadapan Kepala SPPG Tegal Gundil 05, Wahyu.
“Aku lihat dapurmu tadi apa, becek. Kamu ini dong, jaga kebersihan dong,” tegurnya.
Wahyu berdalih genangan air itu murni akibat kebocoran kecil di salah satu sisi bangunan, bukan karena kelalaian menjaga kebersihan.
“Iya Pak. Itu memang di sisinya apa, memang di sana bocor sedikit,” jawabnya.
Namun alasan itu tak membuat Sudaryono melunak. Ia menegaskan persoalan tersebut tidak boleh dianggap remeh, sebab menyangkut standar higienitas dapur yang mengolah makanan untuk dikonsumsi publik.
“Jangan suka becek ya. Kamu harus beresin dong. Jangan becek ya,” tegasnya.
Saat Wahyu merespons dengan menyebut akan sekadar membersihkan lantai yang basah, Sudaryono kembali mengoreksi. Ia menuntut solusi tuntas, bukan penanganan sementara yang berpotensi berulang.
“Bukan, maksud saya kamu perbaiki. Kamu harus beresin,” ujarnya.
“Iya, Pak,” jawab Wahyu tertunduk.
Meski demikian, Sudaryono menepis kesan sidak ini sebagai ajang mencari-cari kesalahan. Ia menegaskan teguran itu semata demi memastikan operasional dapur tetap berjalan tanpa cela.
“Nggak apa-apa, yang penting lancar. Aku ke sini bukan mau marahin kamu,” katanya.
Kontras dengan Dua Dapur Lain yang Justru Dipuji
Temuan dapur becek ini kian mencolok jika dibandingkan dengan dua SPPG lain yang lebih dulu disambangi Sudaryono, yakni SPPG Pasir Kuda dan SPPG Cipaku 02. Di dua lokasi tersebut, ia tidak menemukan masalah berarti dan justru memuji kedisiplinan petugasnya.
“Jadi sejauh ini sih so far bagus, ya. Kepala SPPG-nya oke, kemudian petugasnya juga bersih, ya. Paling apalagi apa ya, saya kira tinggal, ya tinggal dipertahankan, ya,” ujar Sudaryono usai meninjau SPPG Cipaku 02.
Perbandingan ini menegaskan bahwa persoalan becek di Tegal Gundil 05 bukan sekadar kendala teknis biasa, melainkan indikasi lemahnya kontrol kebersihan di titik tertentu yang luput dari pengawasan rutin, di tengah standar dapur lain yang justru sudah berjalan sesuai ketentuan.
BGN Ingatkan Ribuan Petugas Dapur Bekerja dengan Kesungguhan
Usai menegur langsung pengelola dapur yang bermasalah, Sudaryono menitipkan peringatan yang lebih luas kepada seluruh jajaran SPPG di berbagai daerah. Pesan ini ditujukan kepada kepala dapur, pengawas gizi, akuntan, hingga petugas lapangan agar tidak menganggap enteng aspek kebersihan dan kualitas layanan.
“Jadi memang tadi pesan saya kepada semua kepala-kepala SPPG, pengawas gizi, maupun akuntan dan semua petugas di dapur, ya kita kerja pakai hati, gitu ya,” tegasnya.
Temuan dapur becek di Bogor ini menjadi sinyal bahwa pengawasan lapangan terhadap ribuan titik SPPG di seluruh Indonesia masih perlu diperketat, mengingat sekecil apa pun celah kebersihan dapur berpotensi mengancam mutu dan keamanan pangan program Makan Bergizi Gratis yang menyasar jutaan penerima manfaat.