JAKARTA – Indonesia kembali menegaskan komitmennya untuk mendukung perjuangan Palestina melalui penguatan sumber daya manusia dan pembangunan institusi yang berkelanjutan.
Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri RI Sugiono dalam Pertemuan Tingkat Menteri ke-5 Conference on Cooperation among East Asian Countries for Palestinian Development (CEAPAD V).
Forum itu berlangsung di Manila, Filipina, pada 22 Juli 2026, bertepatan dengan rangkaian agenda Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN.
Dalam kesempatan tersebut, Indonesia menilai pembangunan kapasitas SDM dan kelembagaan menjadi fondasi penting bagi masa depan Palestina.
“Mewujudkan negara Palestina yang merdeka memerlukan dukungan yang berkelanjutan dari seluruh komunitas internasional,” kata Menlu RI dikutip dari laman Kemlu RI, Jumat, 24 Juli 2026.
Menurut Sugiono, CEAPAD menjadi wadah yang mengubah solidaritas internasional menjadi kerja sama nyata melalui berbagai kemitraan pembangunan.
Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat institusi pemerintahan Palestina sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusianya.
Komitmen Indonesia juga sejalan dengan Kuala Lumpur Action Plan CEAPAD IV yang disepakati pada 2025.
Melalui rencana aksi tersebut, Indonesia terus menjalankan berbagai program peningkatan kapasitas di sejumlah sektor strategis.
Program itu mencakup pendidikan, kesehatan, penguatan kelembagaan, reformasi sektor hukum dan keamanan, hingga pengembangan pertanian.
Pada sektor pendidikan, Indonesia kembali membuka beasiswa bagi mahasiswa kedokteran asal Palestina sepanjang tahun ini.
Indonesia juga meluncurkan kerja sama trilateral baru bersama Australia untuk memperkuat dialog di bidang pendidikan dan penegakan hukum.
Sementara di sektor pertanian, Indonesia melanjutkan kolaborasi dengan Japan International Cooperation Agency (JICA).
Kerja sama tersebut difokuskan pada peningkatan kapasitas pengelolaan budidaya alpukat di Palestina.
Selain pembangunan jangka panjang, Indonesia menegaskan perhatian terhadap krisis kemanusiaan di Jalur Gaza tetap menjadi prioritas.
“Di tengah upaya membangun kapasitas dan institusi Palestina, perhatian masyarakat internasional terhadap krisis kemanusiaan di Gaza tidak boleh surut.”
“Indonesia akan terus berkontribusi pada pemenuhan kebutuhan kemanusiaan yang mendesak melalui berbagai organisasi internasional,” ujar Menlu Sugiono menegaskan.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Indonesia akan menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai 2 juta dolar AS kepada masyarakat Gaza pada tahun ini.
Bantuan tersebut akan disalurkan melalui kemitraan dengan International Committee of the Red Cross (ICRC).
Indonesia berharap bantuan itu dapat membantu memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat yang terdampak konflik.
Menlu Sugiono juga menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi antara CEAPAD dengan berbagai mitra regional maupun internasional.
“Pentingnya CEAPAD untuk memperkuat sinergi dengan berbagai mitra regional dan internasional.”
“Guna memastikan setiap inisiatif saling melengkapi, lebih efektif, dan menghasilkan manfaat yang berkelanjutan bagi rakyat Palestina,” kata Menlu RI menekankan.
Melalui sinergi tersebut, Indonesia optimistis setiap program pembangunan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat Palestina.***