JAKARTA – Alexandra Eala resmi mengukir sejarah sebagai petenis pertama asal Filipina yang berhasil menjuarai turnamen WTA setelah merebut gelar Washington Open 2026, Selasa (4/8/2026) dini hari WIB.
Petenis berusia 20 tahun itu memastikan trofi bergengsi tersebut usai bangkit dari ketertinggalan dan menundukkan unggulan pertama Jessica Pegula dengan skor 4-6, 6-4, 6-0.
Laga final sempat tertunda akibat hujan deras sejak Minggu malam ketika Pegula memimpin 6-4, 2-1 pada set kedua sebelum pertandingan dilanjutkan sehari kemudian.
Momentum pertandingan berubah total ketika Eala mengejar ketertinggalan 3-4 pada set kedua dan mengambil alih kendali permainan.
Ia menyapu sembilan gim terakhir secara beruntun, termasuk kemenangan telak 6-0 pada set penentuan dengan hanya kehilangan delapan poin.
Keberhasilan tersebut menjadi pencapaian terbesar dalam karier Eala sekaligus tonggak baru bagi perkembangan tenis Filipina di level dunia.
Seusai pertandingan, Eala mengakui penundaan akibat cuaca membuatnya menjalani hari yang sangat melelahkan secara mental maupun fisik.
“Saya rasa saya melakukan pemanasan sampai seribu kali,” ujar Eala.
“Situasinya memang sulit, tetapi saya sudah sering mengalami penundaan karena hujan sepanjang karier saya.”
“Bedanya, kali ini taruhannya jauh lebih besar, namun saya mampu memanfaatkan waktu untuk belajar dari jalannya pertandingan sebelum akhirnya menerapkannya pada lanjutan laga, dan hasilnya berjalan sangat baik.”
Kesuksesan di Washington menjadi jawaban atas kegagalan menyakitkan yang dialaminya pada final Lexus Eastbourne Open musim lalu.
Saat itu Eala sempat memiliki empat championship point melawan Maya Joint sebelum akhirnya kalah melalui tiebreak set ketiga.
Di Washington, mental juara Eala justru semakin terlihat sepanjang turnamen.
Dalam empat pertandingan menuju final, ia menumbangkan tiga unggulan sekaligus.
Korban Eala meliputi unggulan kedua Elina Svitolina, unggulan ketiga Naomi Osaka, serta juara bertahan Leylah Fernandez yang menjadi unggulan ketujuh.
Ia juga menyingkirkan juara Olimpiade Paris 2024, Zheng Qinwen, sebelum melaju ke partai puncak.
Kemenangan atas Svitolina dan Pegula membuat Eala kini mengoleksi tujuh kemenangan atas petenis peringkat 10 besar dunia sepanjang musim ini.
Catatan tersebut menyamai pencapaian Elena Rybakina dan Elina Svitolina sebagai pemain dengan kemenangan terbanyak atas petenis Top 10 pada musim 2026.
Berkat gelar bersejarah tersebut, Eala juga diproyeksikan menembus peringkat 20 besar dunia PIF WTA Rankings untuk pertama kalinya dalam kariernya.***



