JAKARTA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi hujan disertai kilat dan petir di wilayah Jabodetabek pada Minggu (20/9/2026) malam, setelah cuaca panas dan lembap mendominasi sejak pagi hingga siang hari.
Berdasarkan prakiraan BMKG, cuaca di Jabodetabek pada pagi hari umumnya berada dalam kondisi cerah berawan hingga berawan tebal. Namun, memasuki siang hari, dinamika atmosfer mulai berubah, ditandai dengan potensi hujan ringan yang lebih dulu terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Bogor.
Perubahan cuaca diperkirakan berlanjut hingga sore hari, terutama di kawasan Kota dan Kabupaten Bogor yang berpotensi kembali diguyur hujan ringan. Sementara itu, wilayah lain di Jabodetabek cenderung tetap didominasi kondisi berawan hingga cerah berawan.
Pada malam hari, BMKG memprediksi potensi cuaca ekstrem meningkat, dengan kemungkinan hujan yang dapat disertai kilat dan petir di sejumlah wilayah. Kondisi ini dinilai perlu diwaspadai, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.
Dari sisi suhu, wilayah Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi diprakirakan mengalami suhu udara berkisar antara 24 hingga 34 derajat Celsius. Sementara itu, wilayah Bogor relatif lebih sejuk dengan kisaran suhu antara 22 hingga 32 derajat Celsius.
Tingkat kelembapan udara yang cukup tinggi, yakni antara 58 hingga 98 persen, turut memengaruhi kondisi cuaca yang terasa panas dan gerah pada siang hari. Kelembapan tinggi ini juga menjadi salah satu faktor yang mendukung pembentukan awan hujan.
BMKG juga mencatat arah angin permukaan bergerak dari timur hingga selatan dengan kecepatan berkisar 5 hingga 30 kilometer per jam. Pergerakan angin ini berkontribusi terhadap dinamika cuaca yang cepat berubah sepanjang hari.
Menyikapi kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan petir pada malam hari serta terus memantau pembaruan informasi cuaca guna mengantisipasi perubahan yang dapat terjadi secara tiba-tiba.