JAKARTA – Polisi menduga api pertama yang memicu kebakaran gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta muncul dari sekitar lantai 11 atau 12. Dugaan itu didapat setelah tim gabungan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan menelusuri titik penyebaran api di dalam gedung.
Olah TKP melibatkan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri, penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat, dan Polsek Gambir.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Robby Saputra mengatakan pemeriksaan dilakukan menyeluruh dari lantai 1 hingga lantai 16. Namun, penyidik memberi perhatian khusus pada tiga lantai yang dinilai berkaitan dengan titik awal dan penyebaran api.
“Pemeriksaan secara khusus di titik dan penyebaran api, khususnya di lantai 11, lantai 12, dan lantai 16,” kata Robby, dikutip Minggu (9/8/2026).
Dari pemeriksaan tersebut, polisi mengarah pada dugaan bahwa api pertama kali muncul di antara lantai 11 dan lantai 12. Meski begitu, penyidik belum memastikan secara pasti dari lantai mana api berasal.
Untuk mengungkapnya, tim mengambil sejumlah sampel dari lokasi yang diperiksa. Sampel tersebut akan dianalisis Puslabfor Polri untuk mengetahui petunjuk yang berkaitan dengan kebakaran.
“Ada beberapa macam sampelnya. Ada abu arang pokoknya,” ujar Robby.
Penyidik juga membandingkan sampel yang diambil dari lantai 11, 12, dan 16. Perbandingan tersebut diperlukan untuk memastikan titik awal api sekaligus membantu penyidik mengungkap penyebab kebakaran.
Polisi belum mau menyimpulkan penyebab kebakaran sebelum hasil pemeriksaan laboratorium keluar. Dugaan titik awal api di lantai 11 atau 12 masih menjadi temuan sementara dari hasil olah TKP.
“Untuk kepastiannya nanti kita akan sampaikan setelah hasil lab selesai, karena tadi ada perbandingan dari sampel yang diambil di lantai 11, 12, 16 tersebut, antara lain dari tiga lantai tersebut,” kata Robby.
Hasil pemeriksaan Puslabfor selanjutnya akan menjadi dasar bagi penyidik untuk memastikan titik awal kebakaran dan penyebab munculnya api di gedung Bapenda DKI Jakarta.


