NTT – Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Maumere bergerak cepat membantu ratusan siswa Seminari Menengah Maria Bunda Segala Bangsa (BSB) Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang mengungsi setelah gempa mengguncang wilayah Flores. Personel TNI AL mendirikan dua tenda darurat untuk tempat perlindungan para siswa pada Minggu (16/8) dini hari.
Langkah tersebut dilakukan setelah para siswa terpaksa mengungsi secara mandiri ke lapangan terbuka dan beristirahat dengan fasilitas seadanya. Kondisi itu dipilih untuk menghindari risiko yang dapat ditimbulkan oleh gempa susulan setelah gempa utama melanda wilayah tersebut.
Respons Lanal Maumere dilakukan atas instruksi Komandan Lanal Maumere Kolonel Laut (P) Yoyok Ary Nugroho A.S. Personel dikerahkan langsung ke lokasi untuk memastikan para siswa mendapatkan tempat berlindung yang lebih layak di tengah situasi tanggap darurat.
Sebelum tenda didirikan, para siswa diketahui tidur di ruang terbuka hanya dengan kasur seadanya. Situasi malam hari juga membuat mereka harus menghadapi angin dan cuaca dingin selama berada di lokasi pengungsian.
Dua tenda darurat berkapasitas besar kemudian didirikan oleh personel Lanal Maumere. Setelah tenda selesai dipasang, para prajurit tidak hanya memastikan bangunan darurat tersebut dapat digunakan, tetapi juga membantu memindahkan serta menata tempat beristirahat para siswa di dalam tenda.
Penanganan tersebut dilakukan di tengah kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan. Gempa utama disebut berkaitan dengan aktivitas sesar naik busur belakang Flores atau Flores Back Arc Thrust yang berdampak pada wilayah Flores dan sekitarnya.
Dengan adanya tenda darurat, para siswa dapat beristirahat di tempat yang lebih terlindungi dibandingkan sebelumnya ketika masih berada di lapangan terbuka. Bantuan tersebut menjadi bagian dari respons TNI AL terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah yang terdampak bencana.
Keterlibatan Lanal Maumere dalam penanganan kondisi pascagempa juga menjadi bagian dari pelaksanaan tugas TNI di luar operasi militer untuk perang. Dalam situasi bencana, personel TNI dikerahkan untuk membantu masyarakat, termasuk memberikan dukungan terhadap kebutuhan keselamatan dan perlindungan warga terdampak.
Respons terhadap para siswa Seminari BSB Maumere dilakukan ketika kondisi pascagempa masih membutuhkan penanganan cepat. Selain mengurangi risiko akibat kondisi cuaca malam, keberadaan tenda darurat juga memberikan tempat berlindung sementara bagi para siswa selama situasi darurat berlangsung.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa penanganan pascabencana tidak hanya berfokus pada evakuasi, tetapi juga pemenuhan kebutuhan dasar warga yang harus meninggalkan tempat tinggal atau bangunan untuk menghindari risiko keselamatan. Dalam kasus ini, ratusan siswa seminari menjadi salah satu kelompok yang membutuhkan dukungan segera setelah gempa mengguncang Flores.



