MBAY – Tim SAR Gabungan memperluas operasi pencarian dan pertolongan pada hari kedua pascagempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan Timur Laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Akses darat yang sebelumnya tertutup longsor di sejumlah wilayah mulai berhasil ditembus sehingga jangkauan pencarian dapat diperluas.
Operasi SAR dimulai sejak pukul 06.00 WITA dengan mengerahkan personel serta alat utama SAR ke sejumlah lokasi prioritas. Pencarian difokuskan di dua wilayah, yakni Kota Mbay, Kabupaten Nagekeo, dan kawasan Reo, Kabupaten Manggarai.
Kepala Kantor SAR Maumere sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), Fathur Rahman, mengatakan terbukanya akses menuju sejumlah wilayah terdampak menjadi langkah penting untuk melanjutkan penyisiran dan menjangkau masyarakat yang masih membutuhkan pertolongan.
“Tim Rescue Pos SAR Manggarai Barat yang bertugas melakukan pencarian di wilayah Manggarai Timur, per pukul 06.00 WITA, telah berhasil mengakses jalur darat di wilayah Reo yang sebelumnya terdampak longsor. Dengan terbukanya akses tersebut, pencarian dapat kembali diperluas untuk menjangkau wilayah-wilayah yang membutuhkan pertolongan,” ujar Fathur Rahman.
Setelah akses darat kembali dapat dilalui, personel SAR melanjutkan penyisiran di wilayah terdampak sekaligus melakukan pendataan terhadap kondisi masyarakat. Koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan unsur potensi SAR juga terus dilakukan untuk memastikan wilayah terdampak dapat dijangkau.
Hingga pukul 08.30 WITA, hasil pendataan dan verifikasi sementara mencatat sebanyak 112 orang terdampak gempa. Dari jumlah tersebut, 48 orang dilaporkan meninggal dunia, sedangkan 64 lainnya mengalami luka berat maupun luka ringan.
Data korban tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring berlangsungnya proses pencarian, pendataan, serta verifikasi di lapangan. Tim SAR bersama BPBD dan unsur terkait masih melakukan pemutakhiran informasi dari berbagai wilayah terdampak.
Perluasan pencarian dilakukan seiring terbukanya akses menuju lokasi yang sebelumnya terhambat akibat longsor. Kondisi tersebut memungkinkan personel SAR menjangkau area yang sebelumnya sulit didatangi dan melakukan penyisiran secara lebih luas.
Selain pencarian dan pertolongan, petugas juga terus mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang serta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan. Warga diminta mengikuti arahan petugas di lapangan dan memastikan informasi yang diterima berasal dari sumber resmi dan berwenang.
Operasi SAR akan terus dilakukan dengan menyesuaikan perkembangan kondisi di lapangan, termasuk hasil pencarian, pendataan korban, serta akses menuju wilayah terdampak.



