KEDIRI — Pendidikan karakter di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Kediri tidak berhenti ketika siswa meninggalkan lingkungan sekolah dan asrama.
Para guru bersama wali asuh dan tenaga kependidikan terus mendampingi siswa agar kebiasaan positif yang terbentuk selama tinggal di asrama tetap diterapkan saat berada di rumah.
Guru SRT 1 Kabupaten Kediri, Ima Masfatus Sholihah, mengatakan pendampingan dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan lingkungan sekolah hingga keluarga siswa.
Salah satu bentuk pendampingan dilakukan melalui kunjungan guru ke rumah untuk memantau perkembangan sekaligus kesinambungan kebiasaan siswa.
Kunjungan tersebut menjadi sarana bagi guru untuk berdialog dengan orang tua mengenai perubahan perilaku anak setelah mengikuti pembinaan di Sekolah Rakyat.
Dalam salah satu kunjungan, orang tua siswa mengungkapkan kepercayaan terhadap peran guru dalam membentuk kebiasaan dan karakter anak.
“Ketika di Sekolah Rakyat ini, kami pasrahkan ke Bapak Ibu sekalian untuk mendidik,” ujar salah satu orang tua siswa yang diceritakan Ima saat melakukan kunjungan ke rumah murid, diceritkan Guru Ima, Jumat (21/8/2026).

Perubahan positif juga terlihat dalam kebiasaan ibadah seorang siswa yang sebelumnya masih membutuhkan pengingat untuk melaksanakan salat.
Setelah mengikuti pembiasaan selama tinggal di asrama, siswa tersebut mulai menjalankan salat lima waktu secara lebih rutin ketika berada di rumah.
“Setelah pulang dari Sekolah Rakyat, pada saat liburan, alhamdulillah salatnya itu rutin lima waktu,” kata Ima.
Kebiasaan Siswa Tetap Dipantau Saat Libur
Sekolah Rakyat menggunakan buku kontrol siswa sebagai salah satu instrumen untuk memantau kebiasaan anak selama berada di lingkungan keluarga.
Masa libur tetap dimanfaatkan sebagai kesempatan bagi siswa untuk mempertahankan pembelajaran mandiri dan rutinitas yang telah dibangun di asrama.
Guru juga melakukan kunjungan untuk memastikan kebiasaan positif tersebut tidak terputus hanya karena siswa sedang berada di rumah.
“Kita tidak mau menghilangkan budaya di asrama yang sudah kita bentuk selama satu semester atau satu tahun. Ketika di rumah, supaya tetap bisa diterapkan,” jelasnya.
Pola tersebut menempatkan rumah sebagai ruang lanjutan bagi siswa untuk mempraktikkan nilai kedisiplinan dan karakter yang diperoleh selama pendidikan.
Dengan begitu, siswa diharapkan dapat kembali ke sekolah tanpa harus mengulang proses pembiasaan dari awal setelah masa liburan berakhir.

Sekolah dan Orang Tua Bersinergi
Pendekatan pendidikan di SRT 1 Kabupaten Kediri juga memperkuat keterlibatan keluarga dalam pembentukan karakter siswa.
Orang tua tidak hanya berperan sebagai pendamping di rumah, tetapi ikut menjaga keberlanjutan nilai yang telah ditanamkan selama anak berada di sekolah dan asrama.
“Selain mengembangkan ilmu dan bakatnya, kita juga menanamkan nilai-nilai kekeluargaan, kedisiplinan, dan kerapian,” ujarnya.
Pendampingan berkelanjutan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan karakter membutuhkan kesinambungan antara lingkungan sekolah, asrama, dan keluarga.
Sekolah Rakyat berupaya membangun siswa bukan hanya melalui pembelajaran akademik, tetapi juga melalui rutinitas yang membentuk sikap disiplin dan tanggung jawab.
Kisah Ima Masfatus Sholihah dalam mendampingi siswa Program Sekolah Rakyat dapat disaksikan lebih lengkap melalui Podcast Sinergi Indonesia di YouTube Badan Komunikasi Pemerintah RI.***





