JAKARTA – Pelatih Real Madrid José Mourinho membuat pernyataan mengejutkan dengan menyebut dirinya tidak tertarik merekrut bintang Barcelona, Lamine Yamal.
Sikap tersebut muncul ketika Mourinho ditanya mengenai kemungkinan membawa Yamal ke Santiago Bernabéu pada bursa transfer mendatang.
Mourinho menilai Yamal memang memiliki kualitas luar biasa, tetapi skuad Real Madrid saat ini sudah mempunyai pemain yang menurutnya mampu memenuhi kebutuhan tim.
“Tidak, dia pemain hebat tanpa keraguan, pemain muda dengan potensi luar biasa, tetapi kami sudah memiliki skuad kelas dunia dan saya tidak akan menyediakan tempat untuk siapa pun.”
“Dia memang juara Eropa dan dunia pada usia yang sangat muda, sesuatu yang tidak normal, tetapi para pemain saya adalah yang terbaik,” ungkapnya seperti dikutip Goal, Sabtu (22/8/2026).
Pernyataan itu sekaligus menunjukkan keyakinan Mourinho terhadap komposisi Real Madrid setelah klub melakukan perombakan besar untuk menghadapi musim 2026/2027.
Salah satu investasi terbesar Madrid adalah perekrutan winger Pantai Gading Yan Diomande dari RB Leipzig dengan nilai transfer yang dapat mencapai €140 juta atau sekitar Rp2,89 triliun.
Nilai tersebut terdiri atas €125 juta atau sekitar Rp2,58 triliun sebagai biaya tetap dan bonus hingga €15 juta atau sekitar Rp310 miliar.
Transfer Diomande bahkan berpotensi menjadi pembelian termahal sepanjang sejarah Real Madrid jika seluruh bonus dalam kesepakatan tersebut terpenuhi.
Mourinho melihat Diomande sebagai pemain sayap modern yang memiliki kecepatan, agresivitas, kemampuan bermain di kedua sisi, serta ruang besar untuk berkembang.
“Menemukan pemain sayap yang cepat, agresif, dan mampu bermain di kedua sisi bukanlah sesuatu yang mudah.”
“Dia masih muda, masih bisa berkembang, memiliki banyak tahun untuk berkarier di Real Madrid, dan profilnya sesuai dengan apa yang saya butuhkan.”
Keputusan tersebut memperlihatkan bahwa Mourinho tidak sekadar mengejar nama terbesar di pasar, melainkan memilih pemain berdasarkan kebutuhan taktis dan keseimbangan skuad.
Diomande diproyeksikan mengisi sektor kanan, sedangkan Vinícius Júnior tetap menjadi tumpuan Madrid di sisi kiri setelah memperpanjang masa baktinya bersama klub.
Diomande datang ke Madrid setelah mencatat 13 gol dan 10 assist dalam seluruh kompetisi bersama Leipzig pada musim sebelumnya.
Di sisi lain, Barcelona memasuki era baru dengan Yamal yang diperkirakan memikul tanggung jawab lebih besar setelah perubahan besar dalam komposisi tim.
Persaingan Yamal dan Diomande pun berpotensi menjadi salah satu duel individu paling menarik dalam perebutan dominasi La Liga musim 2026/2027.
Mourinho sendiri tetap memberikan apresiasi terhadap pekerjaan Hansi Flick meski Barcelona merupakan rival utama Real Madrid dalam perebutan gelar.
“Ya, saya menyukai mereka, mereka melakukan pekerjaan yang luar biasa, Flick, Deco, dan tentu saja para pemain, saya menyukai apa yang saya lihat.”
Kembalinya Mourinho ke Madrid membuat persaingan dua raksasa Spanyol semakin menarik karena sang pelatih datang dengan misi mengembalikan Los Blancos ke puncak setelah Barcelona menjadi juara domestik dua musim beruntun.
Musim baru juga menjadi ujian penting bagi Diomande karena banderol fantastis membuat ekspektasi terhadap winger berusia 19 tahun tersebut langsung berada di level tertinggi.
Sementara itu, Yamal memiliki tantangan berbeda untuk mempertahankan performa fenomenalnya dan membuktikan bahwa keputusan Mourinho untuk tidak memilihnya bukan sebuah kesalahan.
Dengan demikian, rivalitas Yamal dan Diomande bukan hanya pertarungan dua pemain muda, tetapi juga simbol perebutan masa depan sepak bola Spanyol antara Barcelona dan Real Madrid.***





