JAKARTA – Persija Jakarta mengambil keputusan terkait masa depan striker mudanya, Mauro Zijlstra. Macan Kemayoran resmi meminjamkan penyerang berusia 21 tahun tersebut ke Arema FC untuk menjalani kompetisi Super League 2026/2027.
Kepindahan Mauro ke Arema diumumkan Persija pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Statusnya bukan transfer permanen, melainkan peminjaman untuk satu musim kompetisi.
“Nama Mauro Zijlstra dipastikan tak akan memperkuat Persija di Super League 2026/27. Striker muda berusia 21 tahun itu akan menjalani masa peminjaman ke Arema FC,” tulis Persija dalam keterangannya.
Keputusan tersebut diambil untuk memberikan kesempatan kepada Mauro mendapatkan jam terbang yang lebih banyak. Persija menilai pemain muda membutuhkan menit bermain reguler agar perkembangan permainannya bisa terus berjalan.
Mauro sendiri baru bergabung dengan Persija pada pertengahan musim sebelumnya. Namun, kesempatan bermain yang didapatnya bersama Macan Kemayoran masih cukup terbatas.
Menurut laporan sejumlah media, Mauro hanya tampil dalam empat pertandingan bersama Persija pada musim 2025/2026. Ia tercatat bermain ketika menghadapi Bali United, PSM Makassar, Persik Kediri, dan Semen Padang.
Kesempatannya untuk mendapatkan menit bermain juga sempat terganggu masalah cedera hamstring. Cedera tersebut membuat Mauro harus menjalani masa pemulihan selama hampir tiga bulan.
Kini, Arema FC menjadi tempat bagi Mauro untuk mengembalikan performanya sekaligus mendapatkan pengalaman bermain secara lebih konsisten. Singo Edan memang membutuhkan tambahan pemain di lini depan untuk menghadapi panjangnya kompetisi Super League musim 2026/2027.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menyambut kedatangan Mauro sebagai tambahan kekuatan untuk sektor penyerangan. Pemain kelahiran Belanda tersebut diharapkan dapat memberikan variasi baru dalam permainan Arema.
Bagi Mauro, kesempatan ini juga menjadi momentum penting dalam kariernya. Setelah cukup kesulitan mendapatkan tempat reguler di Persija, bermain bersama Arema dapat menjadi jalan untuk membuktikan kualitasnya.
Mauro memiliki profil sebagai penyerang yang masih berada dalam usia perkembangan. Data Playmaker Stats mencatat dirinya berusia 21 tahun dan lahir di Zaandam, Belanda, pada 9 November 2004.
Mauro juga memiliki status sebagai pemain yang dapat memperkuat Timnas Indonesia. Ia sebelumnya sudah masuk dalam skuad Garuda dan mengikuti agenda pemusatan latihan serta pertandingan internasional Indonesia.
Dengan pindah ke Arema, Mauro berpeluang mendapatkan menit bermain lebih banyak dibandingkan ketika berada di Persija. Konsistensi penampilan bersama klub barunya tentu akan menjadi modal penting apabila ia ingin kembali bersaing mendapatkan tempat di level tim nasional.
Di sisi Persija, keputusan meminjamkan Mauro juga berkaitan dengan persaingan di lini depan. Macan Kemayoran baru saja mendatangkan striker Swedia Alexander Jeremejeff dengan kontrak dua musim untuk memperkuat lini serang. Kehadiran penyerang berpengalaman tersebut membuat persaingan di sektor depan Persija semakin ketat.
Persija sendiri memiliki skuad dengan nilai pasar sekitar 9,53 juta euro berdasarkan data Transfermarkt. Skuad Macan Kemayoran berisi 35 pemain dengan rata-rata usia 26,1 tahun.
Peminjaman Mauro ke Arema bukan berarti Persija menyerah terhadap potensi pemain tersebut. Sebaliknya, langkah ini bisa menjadi strategi agar Mauro memperoleh pengalaman dan menit bermain sebelum nantinya kembali ke Jakarta.
Arema pun mendapatkan keuntungan karena bisa menambah opsi di lini depan tanpa harus merekrut Mauro secara permanen. Dengan kompetisi yang panjang, kehadiran pemain berusia 21 tahun tersebut dapat memberikan tambahan pilihan bagi tim pelatih.
Kini menarik untuk melihat bagaimana perjalanan Mauro bersama Singo Edan. Jika mampu mendapatkan menit bermain secara reguler dan menunjukkan performa positif, masa peminjaman ini bisa menjadi titik balik bagi kariernya.
Satu hal yang jelas, Mauro Zijlstra belum meninggalkan Persija secara permanen. Ia hanya dipinjamkan untuk musim 2026/2027 dengan tujuan utama mendapatkan kesempatan bermain lebih banyak dan berkembang sebagai penyerang muda.
Bagi Mauro, Arema menjadi panggung baru untuk membuktikan diri. Bagi Persija, peminjaman ini menjadi investasi jangka panjang agar sang pemain kembali dengan pengalaman dan kematangan yang lebih baik.





