JAKARTA — Video seorang pengguna kereta rel listrik (KRL) yang jempol tangannya terjepit pintu saat hendak masuk ke dalam kereta viral di media sosial. KAI Commuter menjelaskan insiden tersebut terjadi ketika pengguna memaksakan diri masuk saat pintu kereta akan ditutup.
Peristiwa itu terjadi pada Jumat (21/8/2026) di Stasiun Tanah Abang. Dalam video yang beredar, terlihat seorang pria mengalami jempol tangan terjepit pintu KRL. Sejumlah penumpang lain di dalam kabin kemudian berusaha membantu melepaskan jari pria tersebut.
Manager Public Relations KAI Commuter Leza Arlan mengatakan, kejadian bermula ketika pengguna menaiki Commuter Line Rangkasbitung Nomor 1776 relasi Tanah Abang-Tigaraksa. Saat itu, kereta tengah bersiap berangkat dari Stasiun Tanah Abang dan pintu sudah akan ditutup.
“Petugas keamanan di Stasiun Tanah Abang yang sedang bertugas di peron 5-6 melihat seorang pengguna yang jari tangannya terjepit pintu karena memaksakan masuk ke dalam kereta saat pintu akan ditutup,” kata Leza dalam keterangannya.
Petugas keamanan yang berada di peron kemudian melakukan penanganan terhadap kejadian tersebut. Mereka juga memberikan isyarat kepada petugas customer service on train (CSOT) yang bertugas di kabin belakang rangkaian.
Informasi tersebut menjadi dasar bagi petugas untuk memastikan kondisi pengguna yang jarinya terjepit sebelum perjalanan kembali dilanjutkan.
“Usai diberi isyarat, perjalanan Commuter Line Rangkasbitung No. 1776 berhenti dan membuka pintu sejenak di peron dan diberangkatkan kembali untuk memastikan bahwa pengguna yang terjepit sudah aman,” ujar Leza.
KAI Commuter menyayangkan kejadian tersebut. Perusahaan mengingatkan seluruh pengguna agar tidak memaksakan diri masuk ke dalam kereta ketika kondisi sudah penuh, terlebih saat pintu mulai ditutup.
Imbauan tersebut disampaikan untuk mencegah pengguna mengalami kejadian serupa sekaligus menjaga kelancaran operasional perjalanan Commuter Line.
“Tindakan yang tidak tertib tidak hanya membahayakan diri sendiri, namun juga dapat menyebabkan gangguan pada perjalanan Commuter Line dan pengguna lainnya,” kata Leza.
KAI Commuter meminta pengguna memperhatikan kondisi pintu dan tidak terburu-buru saat naik kereta. Jika pintu sudah dalam proses penutupan, pengguna diminta tidak memaksakan diri masuk ke dalam rangkaian.
Perusahaan menekankan pentingnya perilaku tertib selama menggunakan layanan KRL agar keselamatan penumpang tetap terjaga dan perjalanan kereta dapat berlangsung dengan lancar.





