JAKARTA – Mohamed Salah mengungkapkan satu situasi yang kemungkinan besar akan menguji emosinya setelah meninggalkan Liverpool pada musim panas 2026.
Penyerang asal Mesir itu mengaku bakal mengalami perasaan campur aduk apabila suatu hari harus berhadapan langsung dengan Liverpool sebagai lawan.
Salah mengakhiri sembilan tahun kebersamaannya bersama Liverpool setelah kontraknya diputus lebih awal dan memilih melanjutkan karier bersama Trabzonspor di Liga Turki.
Kepindahan tersebut menjadi babak baru bagi pemain berusia 34 tahun itu setelah menorehkan sejarah panjang selama memperkuat klub Merseyside.
Liverpool melepas Salah sebagai pemain bebas transfer, sementara Trabzonspor mengikatnya dengan kontrak berdurasi dua tahun.
Kesepakatan tersebut membuat Salah memperoleh bayaran €17 juta per musim atau sekitar Rp348,46 miliar.
Nilai tersebut terdiri atas gaji dan biaya penandatanganan, ditambah bonus berdasarkan performa serta bagian dari penjualan produk dengan namanya.
Jika berlangsung penuh selama dua musim, nilai pembayaran pokok tersebut mencapai sekitar Rp696,41 miliar, belum termasuk bonus dan pendapatan komersial lainnya.
Salah juga tidak sepenuhnya meninggalkan masa lalunya di Liverpool karena Trabzonspor kemudian mendatangkan Fabinho yang pernah menjadi rekan setimnya di Anfield.
Pertanyaan mengenai kemungkinan bertemu Liverpool pun menjadi salah satu topik menarik dalam fase awal kehidupan barunya di Turki.
Kepada kanal YouTube resmi Trabzonspor, Salah menggambarkan perasaannya jika harus menghadapi klub yang telah menjadi bagian besar dari kariernya.
“Saya akan merasakan perasaan yang campur aduk karena saya berada di sana selama sembilan tahun.”
“Saya mencintai kotanya, saya mencintai para penggemarnya, dan kami selalu memiliki hubungan yang istimewa, jadi situasi itu akan sangat sulit,” ungkap Salah seperti dikutip Liverpool.com.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa hubungan Salah dengan Liverpool tidak sekadar berkaitan dengan perjalanan profesional di lapangan.
Selama sembilan musim, Salah menjelma menjadi salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah modern Liverpool.
Ia mencatat 442 penampilan, 257 gol, dan 123 assist sebelum meninggalkan Anfield sebagai pencetak gol terbanyak ketiga sepanjang sejarah klub.
Delapan trofi utama juga berhasil dipersembahkan Salah untuk Liverpool, termasuk dua gelar Premier League, Liga Champions, dan Piala Dunia Antarklub FIFA.
Karena itu, kemungkinan pertemuan Liverpool dan Trabzonspor di kompetisi Eropa pada masa mendatang berpotensi menjadi momen emosional bagi sang pemain.
Peluang tersebut tidak terjadi pada musim ini setelah Trabzonspor tersingkir dari kualifikasi Liga Europa usai kalah agregat 0-5 dari Ferencvaros.
Meski perjalanan klubnya belum sepenuhnya mulus, Salah justru menunjukkan produktivitas yang menjanjikan sejak mengenakan seragam Trabzonspor.
Salah telah mencetak tiga gol dalam tiga pertandingan Liga Turki, termasuk dua gol ketika Trabzonspor mengalahkan Istanbul Basaksehir 2-1.
Gol ketiganya lahir ketika Trabzonspor menghadapi Amed Sportif pada pekan ketiga, meski timnya akhirnya kalah 1-2 setelah sempat unggul lebih dulu.
Hasil tersebut membuat Trabzonspor mengoleksi empat poin dari tiga pertandingan dan menempati papan tengah klasemen sementara Liga Turki.
Salah kini menghadapi tantangan berbeda untuk membangun kembali kesuksesan bersama klub barunya setelah era panjang dan penuh prestasi di Liverpool.
Namun, jika takdir mempertemukannya dengan Liverpool di masa depan, Salah sudah memberi sinyal bahwa pertandingan tersebut tidak akan pernah terasa seperti laga biasa.***