JAKARTA – Liverpool mengawali era Andoni Iraola dengan kemenangan 2-0 atas Ipswich Town di Premier League.
Alexander Isak menjadi pahlawan lewat dua gol cepat yang seluruhnya lahir dari kreasi Cody Gakpo.
Pertandingan itu juga menjadi panggung debut Bradley Barcola setelah resmi didatangkan dari Paris Saint-Germain.
Transfer Barcola bernilai hingga £123 juta atau sekitar Rp2,93 triliun.
Liverpool membayar sekitar £106 juta atau Rp2,52 triliun sebagai biaya awal transfer pemain asal Prancis tersebut.
Tambahan klausul senilai £17 juta setara sekitar Rp405 miliar berpotensi membuat total transfer mencapai angka maksimal tersebut.
Barcola langsung dimainkan Iraola pada babak kedua ketika Liverpool berusaha menjaga keunggulan atas Ipswich.
Namun, kemenangan itu belum sepenuhnya menghapus pertanyaan mengenai komposisi skuad Liverpool musim ini.
Mantan bek Liverpool, Stephen Warnock, menilai The Reds masih menyisakan sejumlah lubang penting setelah aktivitas transfer musim panas.
Sorotan utamanya mengarah kepada sektor sayap kanan yang dinilai belum memiliki pemain dengan karakteristik ideal.
Warnock juga mempertanyakan keputusan Liverpool yang belum menghadirkan pengganti langsung untuk Mohamed Salah.
Menurutnya, keberadaan Barcola memang menambah kualitas lini depan, tetapi kedatangannya belum otomatis menyelesaikan seluruh persoalan skuad.
“Jika Bradley Barcola datang dan mencetak enam gol serta beberapa assist dalam 10 pertandingan pertamanya, itu akan sangat penting karena Liverpool berada dalam posisi yang lebih baik,” ungkapnya seperti dikutip dari Liverpool.com.
Warnock menilai kontribusi cepat Barcola dapat membuat kritik terhadap strategi transfer Liverpool mereda.
Namun, situasinya akan berbeda jika Barcola membutuhkan waktu beradaptasi sementara lini pertahanan Liverpool masih mudah ditembus.
“Jika dia kesulitan dan Liverpool masih kebobolan, saya dan banyak penggemar akan bertanya mengapa mereka tidak membeli gelandang bertahan.”
“Kenapa Liverpool tidak memperkuat posisi bek sayap, dan mengapa mereka tidak mendatangkan pengganti Mohamed Salah?”
Liverpool memang kehilangan sosok penting setelah Salah meninggalkan klub pada musim panas ini.
Kondisi tersebut membuat kebutuhan terhadap pemain sayap kanan dengan karakter berbeda menjadi semakin menonjol.
Warnock melihat Barcola sebagai pemain yang berpotensi meningkatkan kualitas serangan, tetapi lebih nyaman bermain dari sisi kiri.
“Saya pikir dia merupakan peningkatan dibandingkan Cody Gakpo dan Rio Ngumoha, jadi saya memahami alasan mereka mendatangkannya.”
“Namun, ketidakseimbangan di sisi kiri tidak masuk akal bagi saya.”
Persoalan semakin menarik karena Victor Muñoz juga bukan tipe pemain yang ideal untuk menggantikan peran Salah sebagai winger kanan inverted.
Muñoz lebih menyukai permainan melebar di sisi kanan sehingga karakter permainannya berbeda dari winger yang biasa menusuk ke tengah.
Warnock menganggap Muñoz masih perlu meningkatkan kekuatan fisik dan konsistensinya sebelum menjadi pilihan utama Liverpool.
“Saya masih berpikir Muñoz cukup ringan secara fisik, meski saya menilai dia bermain cukup baik melawan Nottingham Forest.”
“Namun, banyak hal dibesar-besarkan dari penampilannya hanya karena gol tersebut, sementara terkadang saya merasa kualitas permainannya masih kurang.”
Penampilan Muñoz ketika menghadapi Ipswich kemudian memberikan sinyal positif meski performanya belum konsisten selama 90 menit.
Di sisi lain, Liverpool juga menghadapi pertanyaan mengenai sektor bek kanan setelah Jeremie Frimpong belum sepenuhnya meyakinkan.
Cedera jangka panjang Conor Bradley membuat opsi di posisi tersebut semakin terbatas bagi Iraola.
Ronald Araujo justru tampil mengesankan ketika dipercaya mengisi posisi bek kanan dalam kemenangan atas Ipswich.
Kondisi itu memberi Iraola alternatif sementara untuk mengatasi persoalan kedalaman skuad di lini belakang.
Warnock juga menyoroti kebutuhan Liverpool terhadap pemain yang mampu bermain dari kanan dengan kaki kiri.
Menurutnya, winger berkaki kiri di kanan dapat membuka ruang karena mereka memiliki kecenderungan untuk menusuk ke area tengah.
“Ketika bermain di kanan dengan kaki kanan, pemain menjadi lebih mudah diantisipasi bek lawan.”
“Bek juga dapat bertahan lebih nyaman karena tidak perlu keluar terlalu jauh untuk menghadapinya.”
“Ketika winger memotong ke dalam, bek tengah bisa tertarik keluar dari posisinya dan di situlah masalah mulai muncul.”
Karena itu, Liverpool masih memiliki pekerjaan rumah meski transfer Barcola telah menambah daya gedor lini depan.
“Saya masih bingung bagaimana Liverpool akan mengatasi posisi sayap kanan ini.”
“Muñoz bahkan tidak ingin menjadi pemain inverted karena dia lebih memilih bergerak menyusuri sisi kanan.”
Kemenangan atas Ipswich memang menjadi awal positif bagi Iraola setelah Liverpool sebelumnya hanya meraih hasil imbang dalam dua pertandingan awal.
Liverpool kini mengoleksi lima poin dari tiga pertandingan dan berada di posisi kelima klasemen sementara Premier League.
Debut Barcola juga memberi gambaran bahwa Iraola memiliki lebih banyak pilihan untuk mengembangkan variasi serangan Liverpool.
Namun, target klub tetap tinggi karena tiket Liga Champions dianggap sebagai batas minimum keberhasilan musim ini.
“Targetnya harus mendapatkan sepak bola Liga Champions, dan apa pun yang kurang dari itu akan dianggap sebagai kegagalan.”
Warnock percaya Iraola mampu menemukan solusi selama klub memberikan dukungan yang cukup melalui kedalaman skuad.
“Iraola sudah mengatakan bahwa dia membutuhkan dan menginginkan lebih banyak pemain, dan jika tidak mendapatkannya, dia akan kesulitan memenuhi ekspektasi.”
Warnock juga mengapresiasi gaya kepelatihan Iraola yang dinilainya mampu menghadirkan pendekatan berbeda di Liverpool.
“Saya menyukai gaya kepemimpinannya dan saya yakin dia akan menemukan solusi karena memang harus melakukannya.”
Namun, tekanan dari suporter Liverpool diprediksi tetap tinggi jika persoalan komposisi skuad kembali mengganggu performa tim.
Pengalaman musim lalu ketika Dominik Szoboszlai harus dimainkan sebagai bek kanan menjadi contoh situasi darurat akibat badai cedera.
Kini, Liverpool sudah memiliki kesempatan memperbaiki skuad tetapi masih dinilai kurang kuat di lini tengah.
“Para penggemar tidak akan menerima situasi seperti itu terjadi lagi selama satu tahun berikutnya.”
Dengan Barcola, Muñoz, Isak, Gakpo, dan Wirtz, Liverpool memiliki potensi besar di lini serang.
Tantangannya adalah memastikan kualitas tersebut tidak tertutupi kelemahan pada gelandang bertahan, bek kanan, dan keseimbangan posisi winger.
Kemenangan atas Ipswich menjadi modal awal yang menjanjikan, tetapi perjalanan Liverpool bersama Iraola baru memasuki tahap awal.
Performa Barcola dan Muñoz dalam beberapa pekan mendatang akan menjadi salah satu indikator penting keberhasilan strategi transfer Liverpool.***