JAKARTA – Korban meninggal dunia akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bertambah.
Berdasarkan pembaruan data terbaru, jumlah korban meninggal kini mencapai 136 orang.
Gempa tersebut terjadi pada Sabtu (15/8/2026) dan berdampak terhadap sejumlah wilayah di NTT.
Seiring proses penanganan bencana dan pendataan korban, angka kematian kembali mengalami peningkatan.
Dari total 136 korban meninggal, sebanyak 48 orang dinyatakan meninggal akibat dampak langsung gempa.
Sementara itu, 88 orang lainnya masuk dalam kategori korban meninggal tidak langsung.
Korban dan Dampak Gempa Terus Didata
Jumlah korban meninggal akibat gempa NTT mengalami perubahan dalam beberapa hari terakhir.
Sebelumnya, data korban sempat tercatat 129 orang sebelum kembali bertambah menjadi 135 orang dan kemudian mencapai 136 orang.
Selain korban meninggal, gempa juga menyebabkan kerusakan pada rumah dan fasilitas warga. Data sebelumnya mencatat lebih dari 98 ribu rumah terdampak akibat bencana tersebut.
Proses pendataan masih dilakukan seiring penanganan warga terdampak. Tim gabungan juga terus melakukan upaya penanganan di wilayah yang terkena dampak gempa.
Gempa Magnitudo 7,7 Guncang NTT
Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, NTT, pada Sabtu pagi, 15 Agustus 2026. Pada hari berikutnya, laporan awal mencatat 51 orang meninggal dunia dan 132 lainnya mengalami luka-luka.
Seiring perkembangan penanganan di lapangan, jumlah korban terus diperbarui. Kenaikan angka tersebut menunjukkan besarnya dampak bencana yang terjadi di wilayah NTT.
Pemerintah dan berbagai unsur terkait masih melakukan penanganan terhadap masyarakat yang terdampak, termasuk proses evakuasi, pendataan kerusakan, serta pemulihan kondisi di wilayah bencana.***