JAKARTA – Harapan Marlina mengembangkan bisnis laundry kini semakin dekat dengan kenyataan setelah memperoleh pembiayaan Kredit Program Perumahan (KPP) dari Bank Tabungan Negara (BTN).
Perempuan berusia 39 tahun itu menggunakan fasilitas tersebut sebagai modal untuk membuka cabang laundry keduanya di Tangerang Selatan, Banten.
Marlina menerima pembiayaan sebesar Rp442,5 juta dari Bank Tabungan Negara (BTN) untuk merealisasikan rencana ekspansi bisnisnya.
“Saya ingin membuka cabang kedua,” ujar Marlina saat ditemui di acara pemberian program Kredit Program Perumahan di Menara BTN, Jumat (11/9).
Ekspansi tersebut tidak hanya ditujukan untuk memperbesar jangkauan layanan, tetapi juga membuka kesempatan kerja baru bagi masyarakat sekitar.
Marlina berencana merekrut warga yang tinggal di sekitar lokasi cabang baru untuk membantu menjalankan kegiatan operasional laundry.
“Rencana kan kalau misalnya mau buka cabang kedua kan harus ada pegawai juga lagi. Jadinya mungkin saya akan mengambil warga sekitar untuk jadi pegawai saya,” katanya.
Menurut Marlina, proses memperoleh KPP tidak menghadirkan hambatan berarti karena persyaratan pengajuannya dinilai cukup mudah dipenuhi.
Adapun persyaratan untuk menjadi debitur KPP antara lain berstatus sebagai warga negara Indonesia (WNI), memiliki usaha yang produktif dan layak.
Lalu memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), serta telah menjalankan usaha paling singkat enam bulan.
Marlina menilai KPP memberikan dukungan penting bagi pelaku usaha yang ingin meningkatkan kapasitas bisnis dan membuka peluang pertumbuhan baru.
Ia berharap program tersebut tetap berlanjut sehingga semakin banyak pelaku usaha dapat memperoleh akses pembiayaan untuk mengembangkan bisnis.
Pengalaman tersebut juga membuat Marlina ingin mengenalkan KPP kepada orang-orang terdekat yang membutuhkan dukungan modal usaha.
“Saya akan rekomendasikan sama saudara dan teman-teman saya di sekitaran usaha laundry saya,” imbuhnya.
Bagi Marlina, manfaat KPP tidak berhenti pada perkembangan bisnis karena ekspansi laundry juga berpotensi memberikan penghasilan bagi warga di sekitar lokasi usaha.
Ia menyampaikan apresiasi kepada pemerintah karena program tersebut membantunya memperluas usaha sekaligus membuka peluang pekerjaan baru.
“Terima kasih untuk Pak Presiden Prabowo telah membuat program ini. Dengan adanya program ini, saya merasa terbantu dan memperluas usaha laundry saya dan membantu orang-orang sekitar usaha laundry saya,” pungkasnya.
KPP sendiri diluncurkan pemerintah pada 21 Oktober 2025 sebagai salah satu fasilitas pembiayaan untuk mendukung pengembangan usaha masyarakat.
Respons masyarakat terhadap program tersebut kemudian mendorong pemerintah menaikkan plafon KPP pada 2026 dari Rp36 triliun menjadi Rp50 triliun.
Kenaikan plafon itu memperluas ruang pembiayaan bagi pelaku usaha yang membutuhkan modal untuk meningkatkan kapasitas dan mengembangkan kegiatan bisnisnya.
Kisah Marlina menunjukkan bahwa pembiayaan usaha tidak hanya dapat mendorong ekspansi bisnis, tetapi juga berpotensi menciptakan lapangan kerja baru di tingkat lokal.***