JAKARTA — Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mendorong upaya pencarian lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda terus dimaksimalkan. Kedelapan orang tersebut dilaporkan hilang saat menjalankan tugas jurnalistik untuk meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengapresiasi kerja keras tim gabungan dan aparat yang hingga kini masih melakukan pencarian. Namun, dia berharap seluruh sarana dan teknologi yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk membantu menemukan keberadaan rombongan tersebut.
“Kita menghargai seluruh pihak dan aparat yang terus mencarikan. Tentu gunakan berbagai jalur, berbagai teknologi yang bisa mendeteksi hilangnya warga,” ujar Haedar di Jakarta, Sabtu (12/9/2026).
Haedar juga menyoroti kondisi kebencanaan di Indonesia yang dinilai semakin membutuhkan kewaspadaan. Menurut dia, peningkatan aktivitas vulkanik di sejumlah wilayah menunjukkan pentingnya penguatan mitigasi serta kesiapsiagaan dalam menghadapi perubahan kondisi alam.
Dalam proses pencarian di perairan Selat Sunda, pemanfaatan teknologi pendeteksi dinilai dapat menjadi salah satu bagian penting untuk membantu tim mengetahui keberadaan para korban. Terlebih, proses pencarian dilakukan di kawasan yang memiliki potensi risiko keselamatan.
Selain menyoroti pencarian para jurnalis dan kru kapal, Haedar mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan status kewaspadaan yang telah ditetapkan pemerintah. Menurutnya, peringatan tersebut harus menjadi pedoman bagi masyarakat ketika beraktivitas di wilayah yang berpotensi terdampak bencana.
“Level-level yang diberikan pemerintah itu sebenarnya batas, tetapi kewaspadaan itu milik kita semua, jangan mengabaikan. Kita kewaspadaan itu jauh lebih baik daripada kemudian ada (kejadian),” tegas Haedar.
Dia menilai kewaspadaan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun aparat, tetapi juga masyarakat. Sikap hati-hati, terutama ketika berada di sekitar kawasan rawan bencana, diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kondisi yang membahayakan keselamatan.
Haedar kemudian menyampaikan dukungan kepada tim yang masih melakukan pencarian. Dia berharap seluruh upaya yang dilakukan dapat segera menemukan lima jurnalis dan tiga kru kapal tersebut.
“Kita dorong, kita doakan, semoga bisa segera (ditemukan),” pungkasnya.
Pencarian terhadap delapan orang yang hilang tersebut masih dilakukan oleh tim SAR gabungan bersama aparat terkait di perairan Selat Sunda. Penyisiran terus diarahkan ke sejumlah titik yang dinilai berpotensi menjadi lokasi keberadaan rombongan tersebut.