Tim SAR Gabungan Basarnas bersama armada kapal komersial bergerak cepat mengevakuasi para penumpang KMP Virgo Transport 08 yang mengalami musibah di perairan Laut Jawa, Minggu (13/9/2026). Data pemutakhiran terbaru mencatat sebanyak 153 penumpang telah berhasil dievakuasi dari titik kecelakaan dan dalam pelayaran menuju posko medis utama.
Titik koordinat kontak terakhir kapal roro rute Surabaya–Banjarmasin tersebut terdeteksi berada pada jarak 80 nautical mile (NM)—atau sekitar lima jam waktu pelayaran dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memantau langsung proses kedatangan para korban di Posko Terpadu Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. Meski sebelumnya sebagian korban sempat diwacanakan bakal dievakuasi ke Pelabuhan Tuban, Jawa Timur, otoritas memastikan seluruh proses pemulihan penumpang kini dipusatkan sepenuhnya ke Banjarmasin.
Sebaran Evakuasi Korban oleh Armada Kapal Penolong
Operasi penyelamatan di laut lepas ini melibatkan sinergi antara alokasi armada Basarnas serta sejumlah kapal komersial yang sedang melintasi jalur pelayaran Laut Jawa.
Berikut adalah rincian data pemutakhiran manifes korban berdasarkan armada kapal penyelamat:
-
KM Cahaya Bahari: Menyelamatkan 62 orang (seluruhnya selamat).
-
MV Haida: Menyelamatkan 69 orang (seluruhnya selamat).
-
MT Mauhau (TB Mauhan): Menyelamatkan 16 orang (14 selamat, 1 luka/cedera berat, 1 meninggal dunia).
-
TB TCP 205: Menyelamatkan 6 orang (1 selamat, 5 meninggal dunia).
Pemutakhiran angka ini melonjak signifikan dibandingkan data pukul 12.00 WITA sebelumnya, di mana jumlah korban terevakuasi baru menyentuh angka 103 orang.
Kronologi Singkat Kejadian dan Respon Cepat Basarnas
KMP Virgo Transport 08 sebelumnya melaporkan hantaman cuaca buruk dan badai gelombang tinggi pada pukul 01.00 WIB di tengah jalur pelayaran. Pihak manajemen melalui General Manager PT Virgo Transport resmi melaporkan kondisi darurat tersebut ke Kantor SAR Banjarmasin pada pukul 04.10 WIB guna meminta pertolongan SAR skala besar.
Merespons laporan tersebut, Kantor SAR Banjarmasin langsung menggerakkan tim SAR taktis dari Dermaga SAR Basirih pada pukul 04.30 WIB menggunakan kapal penyelamat utama KN SAR Laksamana 241.
“Tim rescue KN SAR Laksamana 241 langsung bergerak menuju lokasi titik koordinat terakhir kapal dengan estimasi waktu tempuh lima jam pelayaran untuk memimpin operasi evakuasi di lapangan,” ungkap pihak operasi Basarnas Banjarmasin, Minggu (13/9/2026).