JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik kencang pada perdagangan Senin (14/9/2026) setelah terjadi pergantian Menteri Keuangan.
Suahasil Nazara resmi menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan dalam perubahan susunan kabinet.
Pergantian tersebut langsung menjadi perhatian pelaku pasar dan berlangsung ketika IHSG sebelumnya berada dalam tekanan.
Pada perdagangan sesi II, IHSG sempat merosot sekitar 2 persen sebelum perlahan mengurangi tekanan jual.
Indeks bahkan menyentuh titik terendah 6.371 setelah pasar dibayangi kenaikan harga minyak mentah dunia.
Namun, sentimen pasar berubah drastis setelah pelantikan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan.
Sekitar pukul 15.45 WIB, IHSG melonjak ke level 6.546 atau menguat 2,67 persen hanya dalam waktu sekitar 30 menit.
Lonjakan tersebut membuat IHSG berbalik dari tekanan tajam yang terjadi sejak awal perdagangan hari ini.
Pergerakan pasar menunjukkan sektor perbankan menjadi salah satu penopang utama ketika IHSG mengalami rebound tajam.
Pergantian Menteri Keuangan menjadi perhatian investor karena posisi tersebut memiliki pengaruh besar terhadap kebijakan fiskal pemerintah.
Purbaya sebelumnya menjabat Menteri Keuangan selama sekitar satu tahun sebelum posisinya digantikan Suahasil Nazara.
Fluktuasi IHSG menunjukkan pasar merespons cepat perkembangan politik ekonomi dan berbagai faktor eksternal yang memengaruhi bursa.
Kenaikan harga minyak mentah global juga tetap menjadi faktor risiko yang berpotensi memengaruhi sentimen investor.
Pelaku pasar kini akan mencermati arah kebijakan ekonomi Suahasil Nazara setelah resmi menduduki posisi Menteri Keuangan.
Di akkhir perdagangan hari ini, IHSG ditutup di level 6.534,69, turun 6,68 poin atau 1,10 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Sementara itu, indeks LQ45 justru mampu menguat 9,32 poin atau 1,43 persen ke level 659,04.
Nilai transaksi saham sepanjang perdagangan tercatat sekitar Rp16,08 triliun dengan volume mencapai 306,26 juta lot.
Tercatat saham-saham perbankan mencatat kenaikan tajam.
Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tercatat menguat 3,98 persen ke level Rp3.400 per saham.
Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) juga naik 1,83 persen menjadi Rp4.440 per saham.
PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menguat 3,20 persen ke posisi Rp3.870 per saham.
Sementara saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) tercatat naik 2,77 persen menjadi Rp6.500 per saham.***