Fakta baru menyelimuti kontroversi pertunjukan teatrikal bernuansa horor yang disematkan tuduhan “ritual satanic” pada gelaran Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026 di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Salah satu peserta parade yang mengenakan kostum monster utama dalam rombongan tersebut terkonfirmasi meninggal dunia tak lama usai acara berlangsung.
Ketua Kontingen Simbang Kulon Gang 1, Muhammad Akhid, membenarkan bahwa almarhum bernama Ahmad Faiz (41), warga Simbang Kulon Gang 1, Kecamatan Buaran, merupakan penampil maskot utama di barisan depan kontingennya.
“Salah satu peserta yang meninggal dunia memang benar dari tim kami di Simbang Kulon Gang 1. Beliau yang mengenakan kostum maskot monster di bagian depan parade,” ungkap Akhid saat memberikan keterangan di lingkungan Pemkab Pekalongan, Senin (14/9/2026).
Kronologi Duka dan Penyebab Kematian
Almarhum Faiz mengembuskan napas terakhirnya usai mengikuti perayaan karnaval pada Kamis (10/9/2026) malam. Setelah rombongan menyelesaikan rute hingga tengah malam, Faiz sempat pulang dan berbincang bersama rekan-rekannya sebelum beristirahat. Namun, ia tidak lagi terbangun saat dibangunkan oleh sang istri.
Kapolsek Buaran, AKP Sunarto, menjelaskan bahwa berdasarkan penelusuran medis dan keterangan keluarga, almarhum mengalami kondisi kelelahan ekstrem serta kurang tidur secara drastis selama beberapa hari berturut-turut.
Selain sibuk mempersiapkan properti karnaval selama sepekan, Faiz sehari-hari bekerja keras sebagai pengolah obat batik.
“Sekitar tiga hari sebelum kejadian, almarhum mengeluhkan kelelahan hebat. Dalam beberapa hari terakhir, beliau dilaporkan hanya sempat tidur sekitar satu jam karena tetap memaksakan diri beraktivitas,” terang AKP Sunarto.
Klarifikasi Pemkab Pekalongan: Minim Literasi dan Referensi Internet
Di sisi lain, Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, M. Yulian Akbar, menegaskan bahwa Pemkab telah memanggil dan meminta klarifikasi resmi dari pihak penyelenggara kontingen terkait simbol-simbol mistis yang memicu keresahan publik di media sosial.
Berdasarkan hasil klarifikasi, aksi membawa peti mati berlambang bintang merah-hitam serta tarian kostum monster tersebut murni didasari atas ketidaktahuan dan minimnya literasi peserta mengenai simbol-simbol paganisme maupun istilah baphomet.
“Dari klarifikasi resmi, ini murni akibat ketidaktahuan dan minimnya literasi terkait isu-isu ritual satanic. Mereka tidak paham apa itu konsep paganisme. Koreografi dan properti tersebut murni meniru pertunjukan dari daerah lain yang mereka tonton di YouTube,” tegas Yulian.
Pihak kontingen membeberkan bahwa kostum monster sengaja disewa langsung dari Malang, Jawa Timur. Mengenai penyembelihan seekor kambing di atas peti mati saat pertunjukan berlangsung, panitia menegaskan bahwa tindakan tersebut bukanlah prosesi ritual tertentu, melainkan penyembelihan hewan untuk konsumsi (rahatan) panitia setelah acara selesai.
Atas insiden kontroversi dan timbulnya korban jiwa ini, pihak kontingen menyatakan akan melakukan evaluasi total agar kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.