MAKKAH, ARAB SAUDI — Pertahanan udara Arab Saudi mencegat dan menembak jatuh pesawat nirawak atau drone milik kelompok Houthi yang terbang mengarah ke Kota Suci Makkah Al-Mukarramah, Selasa (15/9) petang.
Drone tersebut berhasil dilumpuhkan sekitar pukul 18.50 waktu setempat sebelum memasuki ruang udara terlarang di kawasan Makkah. Pencegatan dilakukan di wilayah selatan Kota Suci.
Juru Bicara Pasukan Koalisi “Dukungan untuk Legitimasi di Yaman”, Brigadir Jenderal Turki Al-Malki, mengatakan insiden tersebut merupakan upaya kedua yang menyasar Makkah.
“Ini merupakan upaya permusuhan dan teror kedua yang menargetkan Makkah Al-Mukarramah, setelah percobaan pertama menggunakan rudal balistik pada 27 Juli 2017 lalu,” kata Al-Malki dalam keterangan resmi yang diunggah melalui platform X, Rabu (16/9).
Menurut Al-Malki, arah penerbangan drone tersebut menunjukkan bahwa Makkah menjadi sasaran yang dituju. Kota Suci itu diketahui menjadi tujuan ibadah jutaan umat Islam dari berbagai negara setiap tahunnya.
Ia menilai upaya tersebut memiliki risiko besar karena ancamannya tidak hanya menyasar penduduk dan masyarakat di sekitar Makkah, tetapi juga jamaah yang sedang menjalankan ibadah di kawasan tersebut.
Al-Malki juga menyebut tindakan Houthi tersebut sebagai bagian dari perilaku bermusuhan yang dinilai telah berulang. Pernyataan itu disampaikan menyusul pencegatan drone yang diarahkan menuju wilayah Makkah.
Menanggapi insiden tersebut, Koalisi menyatakan akan mengambil langkah yang diperlukan, baik melalui jalur hukum maupun operasi militer, untuk mencegah ancaman serupa kembali terjadi.
“Keamanan Dua Masjid Suci dan para tamu Allah merupakan garis merah. Komando Pasukan Gabungan Koalisi tidak akan ragu untuk mengambil tindakan tegas yang diperlukan guna mencegah dan menindak Houthi atas perilaku bermusuhan ini,” tegas Al-Malki.
Hingga keterangan tersebut disampaikan, tidak terdapat laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan material akibat upaya serangan drone tersebut.