JAKARTA – Tim gabungan berupaya memadamkan kebakaran hutan yang terjadi di kawasan Gunung Asu, petak 7 BKPH Jatilawang, Desa Kaliwangi, Kecamatan Purwojati, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (15/9/2026).
Petugas melakukan penanganan secara langsung di lokasi untuk mencegah kobaran api meluas ke kawasan hutan di sekitarnya.
Hingga laporan ini disusun, belum terdapat data resmi yang menyebutkan luas lahan yang terbakar maupun penyebab munculnya api di lokasi tersebut.
Karhutla Jadi Perhatian di Banyumas
Kebakaran di Gunung Asu terjadi ketika sejumlah wilayah Banyumas menghadapi peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas mencatat sedikitnya 31 kejadian kebakaran hutan dan lahan sejak musim kemarau hingga 5 September 2026.
Luas lahan yang terdampak dari kejadian tersebut mencapai sekitar 25,398 hektare.
Kebakaran tersebar di sejumlah wilayah, termasuk Purwojati, Ajibarang, Jatilawang, Sokaraja, serta beberapa wilayah perkotaan di Banyumas.
BPBD Banyumas menyebut luasan kebakaran bervariasi, mulai dari sekitar 0,1 hektare hingga 2,5 hektare.
Area terdampak mencakup semak belukar, lahan pertanian dan perkebunan, hingga kawasan kehutanan yang ditumbuhi vegetasi pinus.
Aktivitas Manusia Jadi Salah Satu Risiko
BPBD Banyumas sebelumnya menyebut aktivitas manusia menjadi salah satu faktor yang kerap ditemukan dalam kasus kebakaran lahan.
Salah satunya adalah pembukaan atau pembersihan lahan dengan cara membakar.
“Rata-rata penyebab yang sering kami temui berkaitan dengan aktivitas pembakaran. Kami terus mengedukasi masyarakat agar mengurangi atau menghindari pembersihan lahan dengan cara dibakar,” ujar pihak BPBD Banyumas.
Selain aktivitas pembakaran, kondisi cuaca panas dan angin kencang juga dapat mempercepat penyebaran api ketika kebakaran terjadi.
Penanganan kebakaran di kawasan hutan juga menjadi perhatian Perum Perhutani. Sebelumnya, Perhutani KPH Banyumas Timur melalui BKPH Jatilawang telah melakukan langkah pencegahan karhutla dengan meningkatkan kewaspadaan serta mengajak masyarakat segera melaporkan apabila menemukan asap atau tanda-tanda kebakaran di kawasan hutan.
Kebakaran hutan di wilayah Purwojati bukan kali pertama terjadi. Pada September 2023, hutan pinus Perhutani di wilayah BKPH Jatilawang juga pernah terbakar, dengan lokasi kejadian berada di Desa Kaliputih, Kecamatan Purwojati.
Masyarakat di sekitar kawasan hutan diimbau meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau, terutama dengan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu munculnya api di kawasan hutan.***