JAKARTA – Ribuan warga bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melaksanakan Salat Istisqa di Alun-Alun Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jumat (18/9/2026).
Salat tersebut digelar sebagai ikhtiar bersama untuk memohon turunnya hujan di tengah kemarau panjang yang berdampak terhadap ketersediaan air.
Bupati Bogor Rudy Susmanto turut mengikuti Salat Istisqa bersama para kiai, ulama, tokoh masyarakat, jajaran pemerintah daerah, serta masyarakat. Pelaksanaan salat dimulai sekitar pukul 10.00 WIB.
Kondisi kemarau yang berlangsung cukup panjang mulai memengaruhi sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor.
Berdasarkan laporan yang dipublikasikan pemerintah daerah, BPBD Kabupaten Bogor telah menyalurkan lebih dari 4,8 juta liter air bersih secara bertahap kepada masyarakat terdampak kekeringan.
Sementara itu, laporan di tingkat daerah menyebut bantuan air bersih telah menjangkau 32 dari 40 kecamatan di Kabupaten Bogor sejak Juni 2026.
Dampak kekeringan antara lain dirasakan pada ketersediaan air masyarakat, lahan pertanian, hingga saluran irigasi.
Pemkab Bogor Sudah Lakukan Berbagai Upaya
Rudy mengatakan Salat Istisqa menjadi salah satu bentuk ikhtiar setelah pemerintah melakukan sejumlah langkah untuk menangani dampak kemarau.
Selain menyalurkan air bersih, Pemkab Bogor juga berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam upaya modifikasi cuaca.
“Ikhtiar sudah, bahkan dengan BNPB juga sudah mencoba untuk membuat hujan buatan. Ini cara terakhir manusia setelah kita berdoa memohon kepada Allah,” kata Rudy.
Rudy berharap hujan segera turun dengan intensitas yang cukup sehingga dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air sehari-hari serta mendukung kegiatan pertanian.
“Mudah-mudahan diberikan hujan yang memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat Kabupaten Bogor, agar petani kita bisa menanam lagi dan air-air di rumah masyarakat dapat terisi kembali,” ujarnya.
Apa Itu Salat Istisqa?
Salat Istisqa merupakan salat sunah muakkadah yang dikerjakan untuk memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan ketika terjadi kekeringan atau kemarau panjang.
Kementerian Agama menjelaskan Salat Istisqa dilaksanakan sebanyak dua rakaat dan tata caranya secara umum menyerupai Salat Id.
Pada rakaat pertama dilakukan tujuh kali takbir setelah takbiratul ihram, sedangkan rakaat kedua dilakukan lima kali takbir. Setelah itu, salat dilanjutkan dengan membaca Al-Fatihah, surah, rukuk, sujud hingga salam.
Setelah salat, khatib menyampaikan khutbah. Materi khutbah dianjurkan berisi ajakan untuk bertaubat, memperbanyak istighfar, serta memohon ampun dan pertolongan Allah SWT di tengah kondisi kekeringan.
Dalam pelaksanaannya, khatib juga dapat menghadap kiblat sambil mengangkat tangan ketika berdoa.
Membalik atau menukar posisi selendang maupun sorban juga dikenal sebagai bagian dari tata cara yang dianjurkan dalam Salat Istisqa.
Salat Istisqa Jadi Ikhtiar Bersama
Pelaksanaan Salat Istisqa di Alun-Alun Tegar Beriman menjadi bentuk kebersamaan pemerintah daerah, ulama, dan masyarakat dalam menghadapi dampak kemarau.
Pemkab Bogor berharap upaya penanganan di lapangan yang dibarengi dengan doa bersama dapat membantu masyarakat melewati kondisi kekeringan, terutama dalam memenuhi kebutuhan air bersih dan menjaga keberlangsungan sektor pertanian.***