Pembalap Ducati, Pecco Bagnaia, menilai hasil yang diraihnya pada MotoGP Austria di Red Bull Ring tidak menunjukkan peningkatan berarti. Juara dunia dua kali itu justru merasa para penunggang Desmosedici lainnya yang mengalami penurunan performa hingga jarak waktu mereka menjadi lebih rapat dengannya.
Meski sempat memunculkan harapan berkat ritme yang cukup solid sepanjang akhir pekan, Bagnaia gagal bersaing di barisan depan untuk memperebutkan podium.
Mengawali balapan dari posisi ketujuh, ia mengakhiri balapan di posisi yang sama sebelum akhirnya naik ke peringkat enam menyusul penalti yang dijatuhkan kepada pembalap Gresini, Fermin Aldeguer. Walau mampu mengungguli Fabio Di Giannantonio dan finis tak jauh di belakang Marc Marquez, Bagnaia enggan berpuas diri.
“Agak sulit diucapkan. Kami jelas sudah bekerja keras sebagai tim dan memberikan yang terbaik. Namun, daripada menyebut saya yang mendekati para pembalap Ducati lain, sejujurnya mereka yang justru melambat mendekati posisi saya. Sebab pada akhirnya saya tetap finis di urutan ketujuh atau kedelapan, tak beda jauh dari seri-seri sebelumnya,” ujar Bagnaia kepada Sky Italy.
Bagnaia menjelaskan bahwa karakter Red Bull Ring sebenarnya memungkinkannya meminimalisasi kerugian. Namun, data telemetri justru menunjukkan adanya penurunan performa yang cukup signifikan dibanding musim-musim sebelumnya.
“Hari ini terlihat jelas kami kehilangan kecepatan saat masuk dan melintasi tikungan, terutama di fase awal akselerasi karena traction yang kurang maksimal. Catatan waktu balapan hari ini juga lebih lambat dibanding masa lalu untuk semua pembalap. Bahkan Pedro Acosta yang keluar sebagai juara pun ritme balapannya tidak terlalu kencang,” tambahnya.
Soroti Lonjakan Performa KTM dan Masalah Rem
Berdasarkan analisis data dari musim sebelumnya, Bagnaia menemukan perbedaan mencolok pada gaya pembalap Ducati saat mengeksekusi tikungan di Red Bull Ring. Menurutnya, dulu motor bisa dibawahkan dengan kecepatan lebih tinggi saat memasuki tikungan serta mendapatkan cengkeraman ban yang jauh lebih baik saat keluar tikungan.
Kendati demikian, ia tidak terlalu terkejut melihat kebangkitan tim rival di lintasan Austria tersebut.
“Saya tidak menduga Ducati bakal sejatuh ini, tapi saya sudah memprediksi KTM dan Aprilia akan sangat kuat. Aprilia sudah tangguh sejak tahun lalu, sedangkan keputusan KTM merombak mesin sejak seri Aragon memberi mereka lompatan besar. Ditambah lagi, Pedro Acosta menungganginya dengan sangat baik,” pukas pembalap asal Italia tersebut.
Melengkapi penderitaannya di atas lintasan, Bagnaia mengonfirmasi bahwa ia juga mengalami kendala rem depan serupa yang dialami rekan setimnya, Marc Marquez. Tuas rem motornya sempat melonggar dan mendekati setang hingga tiga kali selama balapan berlangsung, sehingga ia harus mendorongnya kembali secara manual saat memacu kendaraan.