Memasuki hari kesembilan pascatenggelamnya KM Virgo Transport 8, posisi bangkai kapal dilaporkan belum mengalami pergeseran sejak Rabu (16/9/2026). Hingga kini, kapal masih karam di kedalaman 29 meter di bawah permukaan perairan Laut Jawa, Kalimantan Selatan.
Kepala SAR Mission Coordinator (SMC) Banjarmasin, I Putu Sudayana, mengonfirmasi bahwa kendati posisi badan kapal relatif sama, ancaman baru mulai muncul di dasar laut. Endapan lumpur tebal dilaporkan sudah mulai merembes dan memenuhi bagian dalam kapal.
“Posisi badan kapal memang tidak berubah. Namun, lumpur-lumpur laut kini mulai memasuki area dalam kapal,” terang Putu Sudayana, Senin (21/9/2026) malam.
Selain akumulasi lumpur, tim SAR gabungan juga mencermati potensi bahaya dari posisi kapal yang berada dalam keadaan miring di dasar laut yang tidak rata. Faktor kestabilan bangkai kapal menjadi perhatian serius karena risiko pergeseran mendadak dapat membahayakan keselamatan para penyelam.
“Kestabilan badan kapal terus kami pantau karena posisinya miring dan pijakan di dasar laut tidak rata,” imbuhnya.
Hingga Senin malam, akumulasi hasil operasi SAR mencatatkan sebanyak 123 korban telah berhasil dievakuasi dari total manifes penumpang. Rinciannya, 108 orang dinyatakan selamat dan 15 orang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sementara itu, sebanyak 120 penumpang lainnya masih berstatus dalam pencarian.
Seluruh jenazah korban meninggal dunia saat ini telah dilarikan ke RS Bhayangkara Banjarmasin untuk menjalani proses identifikasi DVI sebelum diserahkan kembali kepada pihak keluarga.