Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menambah daftar barang sitaan milik anggota DPRD Kota Bengkulu, Vinna Ledy Anggraheni (VLA). Satu unit mobil Toyota Innova Zenix yang diduga merupakan pemberian dari pengusaha Eno Bowo Susilo (EBS) resmi disita tim antirasuah.
Penyitaan ini menandai mobil ketiga milik Vinna yang diamankan KPK dalam pengusutan dugaan skandal aliran dana dan aset proyek di lingkungan Pemerintah Kota Bengkulu.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa kendaraan tersebut diatasnamakan serta dipakai untuk operasional harian oleh adik kandung Vinna, Dian Andini Anggraheni (DAA).
“Penyidik kembali menyita satu unit kendaraan roda empat dari Saudari VLA. Mobil tersebut diduga pemberian dari Saudara EBS, yang kemudian diatasnamakan dan digunakan sehari-hari oleh adiknya, DAA,” terang Budi kepada wartawan, Selasa (22/9/2026).
Sebelum menyasar Innova Zenix, KPK telah lebih dulu menyita dua unit kendaraan mewah lainnya, yakni Mitsubishi Pajero Sport dan Mercedes-Benz. Kedua mobil tersebut juga terindikasi berasal dari pengusaha yang sama, namun diatasnamakan rekan Vinna bernama Rani Sorayya.
Tak hanya armada kendaraan, pada 1 September 2026 lalu penyidik juga menyita satu unit rumah mewah milik Vinna yang berlokasi di kawasan Jakarta Selatan.
Pengembangan dari Operasi OTT Bupati Rejang Lebong
Penyelidikan atas kepemilikan aset fantastis sang legislator bermula dari pengembangan kasus dugaan suap ijon proyek senilai Rp1,7 miliar yang menjerat Bupati Rejang Lebong nonaktif, M. Fikri Thobari. Fikri sebelumnya diringkus KPK dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada 9 Maret 2026.
Dari pengembangan kasus tersebut, KPK menerbitkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) umum pada Juli 2026 guna mengusut dugaan keterlibatan pihak lain serta pemberian komitmen proyek di wilayah Bengkulu.
Hingga saat ini, lembaga antirasuah masih terus melacak potensi keberadaan aset atau aliran dana tersembunyi lainnya yang diduga diterima Vinna dari pihak swasta.
“Penyidik masih terus menelusuri dan melacak apakah masih terdapat pemberian-pemberian lain dari pihak swasta kepada Saudara VLA,” pukas Budi.