JAKARTA – Pemerintah memperluas program gentengisasi melalui Gerakan Indonesia ASRI dengan mendistribusikan 500.000 keping genteng dari Plered, Jawa Barat, ke berbagai daerah.
Pengiriman yang berlangsung pada 2 Oktober 2026 itu melibatkan 125 truk untuk mendukung kebutuhan pembangunan dan perbaikan rumah di sejumlah wilayah.
Berdasarkan informasi Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) yang dikutip pada Kamis (8/10/2026), program ini diarahkan untuk menciptakan lingkungan hunian yang lebih rapi, nyaman, sehat, dan indah.
Gerakan Indonesia ASRI merupakan singkatan dari Aman, Sehat, Resik, dan Indah yang menjadi landasan pemerintah dalam mendorong penataan lingkungan, termasuk melalui penggunaan genteng pada bangunan.
Selain memperbaiki kualitas hunian, program gentengisasi diharapkan membuka peluang pasar baru bagi pengrajin dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) produsen genteng di berbagai daerah.
Libatkan 14 Pengrajin Genteng Plered
Produksi 500.000 keping genteng untuk pengiriman tersebut melibatkan 14 pengrajin di Plered, dengan empat di antaranya telah mengantongi Standar Nasional Indonesia (SNI).
Sementara itu, 10 pengrajin lainnya telah melewati uji keandalan sebagai bagian dari upaya memastikan produk memenuhi persyaratan kualitas yang dibutuhkan.
Penerapan standar mutu menjadi salah satu aspek penting dalam pelaksanaan program agar genteng yang digunakan sesuai dengan ketentuan teknis bangunan.
Pemerintah juga menerapkan pendekatan bertahap dengan mempertimbangkan karakteristik wilayah, ketersediaan bahan baku lokal, serta kesiapan industri genteng setempat.
Pengiriman Genteng Berlangsung Bertahap
Sebelum pengiriman dari Plered pada Oktober 2026, pemerintah telah menjalankan sejumlah kegiatan distribusi genteng dari sentra produksi di Jawa Barat.
Pada 11 Maret 2026, sebanyak 75.000 keping genteng dari Jatiwangi diberangkatkan menggunakan 14 truk, disertai pengumuman pemesanan tambahan sebanyak 24 truk.
Dalam kegiatan tersebut, komitmen transaksi dari berbagai program pemerintah tercatat mencapai sekitar Rp3 miliar.
Selanjutnya, pada 14 April 2026, sebanyak 44.000 keping genteng dari Plered dikirim menggunakan 13 truk untuk memenuhi kebutuhan pembangunan perumahan oleh pihak swasta.
Rangkaian distribusi tersebut menunjukkan upaya menghubungkan kebutuhan pembangunan dengan kapasitas produksi sentra industri genteng di daerah.
Majalengka dan Jawa Tengah Masuk Rencana Berikutnya
Pemerintah merencanakan penyaluran 2,4 juta keping genteng dari Majalengka pada 8 November 2026 sebagai bagian dari pengembangan program gentengisasi.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga merencanakan peluncuran program pada akhir November 2026 dengan estimasi kebutuhan awal sekitar 1,1 juta keping genteng.
Namun, kedua agenda tersebut masih berstatus rencana dan belum dapat dipastikan sebagai realisasi distribusi.
Pelaksanaan berikutnya akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah, kesiapan pengrajin, ketersediaan material, serta pemenuhan standar teknis bangunan.
Dorong UMKM dan Industri Genteng Lokal
Program gentengisasi tidak hanya berorientasi pada perbaikan tampilan dan kenyamanan rumah, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat di sentra produksi genteng.
Peningkatan permintaan berpotensi memperluas jangkauan pemasaran produk lokal sekaligus membuka peluang bagi pengrajin untuk meningkatkan kapasitas produksi.
Dengan menghubungkan kebutuhan pembangunan perumahan dan fasilitas publik dengan industri lokal, pemerintah berharap manfaat program dapat dirasakan oleh masyarakat sekaligus pelaku UMKM.
Keberhasilan program ini akan bergantung pada kesesuaian kebutuhan di lapangan, kualitas produk, kelancaran distribusi, dan kemampuan industri daerah memenuhi permintaan secara berkelanjutan.***