BANGKOK, THAILAND – Kemenangan Persib Bandung atas Port FC dengan skor 3-1 di ASEAN Club Championship diwarnai dugaan tindakan rasisme terhadap bek Maung Bandung, Gabriel Mutombo. Insiden tersebut mencuat setelah Mutombo menghampiri wasit dan menunjuk ke arah salah satu pemain tuan rumah dalam pertandingan di Thammasat Stadium, Kamis (8/10/2026) malam.
Pertandingan sempat terhenti sekitar tiga hingga empat menit pada menit ke-56. Wasit asal Malaysia, Nasaruddin Nazmi, menghentikan permainan setelah Mutombo mendekatinya dan menyampaikan sesuatu sambil menunjuk ke arah pemain Port FC.
Momen itu terjadi tak lama setelah wasit memberikan kartu kuning kepada Adam Alis akibat sebuah pelanggaran. Setelah berbicara dengan wasit, Mutombo kembali melanjutkan pertandingan bersama rekan-rekannya.
Dugaan rasisme tersebut kemudian mendapat perhatian setelah Luka Menalo, rekan setim Mutombo di Persib, mengungkapkan bahwa sang bek mengeluhkan ucapan bernada rasis dari salah satu pemain Port FC.
Meski tidak mendengar langsung ucapan yang dimaksud, Menalo menyatakan percaya terhadap pengakuan Mutombo. Ia juga menegaskan bahwa tindakan rasisme tidak boleh mendapat tempat dalam sepak bola.
“Gabi mengeluh bahwa salah satu pemain mereka mengucapkan kata rasis kepadanya. Saya tidak berada di dekatnya, saya tidak mendengarnya, tetapi Gabi adalah teman saya, saya mempercayainya, dan saya pikir tidak ada tempat untuk hal-hal seperti itu dalam sepak bola, terutama di tahun ini, kita membicarakan hal itu dan saya pikir itu sepenuhnya salah,” kata Menalo seusai pertandingan.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Port FC maupun penyelenggara kompetisi mengenai dugaan insiden tersebut. Isi ucapan yang dipersoalkan dan pihak yang diduga melontarkannya juga belum terkonfirmasi.
Persib Tegaskan Dukungan kepada Gabriel Mutombo
Menalo menegaskan bahwa para pemain Persib memberikan dukungan kepada Mutombo setelah kejadian tersebut. Ia menyebut hubungan antarpemain dalam tim membuat mereka merasa perlu berdiri bersama ketika salah satu rekan menghadapi persoalan seperti itu.
Menurut Menalo, dugaan rasisme bukan semata-mata persoalan pribadi Mutombo, melainkan masalah yang menyangkut seluruh pemain dan dunia sepak bola.
“Gabi adalah rekan setim saya, kami seperti keluarga, kami mendukungnya, kami membantunya, dan tidak hanya untuk Gabi, saya pikir tidak ada tempat untuk rasisme dalam sepak bola,” ujarnya.
Ia juga berharap dugaan tersebut dapat ditindaklanjuti melalui penyelidikan agar persoalannya menjadi jelas. Menalo menyerahkan proses pembuktian kepada pihak berwenang, tetapi menyatakan keyakinannya terhadap pengakuan sang rekan.
“Mereka ingin hal itu diselidiki dan saya pikir jika itu benar, dan saya percaya Gabi tidak punya alasan untuk berbohong, mereka perlu menghukumnya,” tutur Menalo.
Pernyataan tersebut menjadi sikap terbuka dari pemain Persib di tengah belum adanya kejelasan mengenai dugaan ucapan rasis yang dilaporkan Mutombo. Namun, kepastian mengenai insiden itu masih menunggu hasil penelusuran lebih lanjut dari pihak terkait.
Igor Tolic Tak Mengetahui Detail Insiden
Pelatih Persib, Igor Tolic, mengaku tidak mengetahui secara pasti kejadian yang membuat Mutombo menghampiri wasit. Ia mengatakan tidak mendengar percakapan yang berlangsung di lapangan dan tidak mengetahui siapa saja yang terlibat.
Igor hanya melihat Mutombo tampak tertekan setelah pertandingan sempat dihentikan. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangannya untuk menarik sang pemain keluar dari lapangan.
“Saya tidak bisa berkomentar, kami tidak mendengar apa pun yang terjadi di lapangan. Saya hanya melihat Mutombo sedikit tertekan, jadi saya menariknya keluar, itulah sebabnya kami melakukan pergantian pemain,” kata Igor.
Ia juga tidak dapat memastikan alasan wasit menghentikan pertandingan. Menurutnya, kemungkinan terdapat sesuatu yang perlu diperiksa atau diklarifikasi oleh perangkat pertandingan, tetapi ia tidak mengetahui secara langsung proses yang berlangsung saat itu.
“Saya tidak tahu apa yang terjadi, saya tidak tahu siapa yang bicara dan siapa yang melakukan apa, tetapi wasit menghentikan pertandingan, mereka melihat sesuatu di VAR atau mereka ingin mendengar sesuatu atau melihat sesuatu, saya tidak tahu,” ujarnya.
Igor menjelaskan bahwa pergantian Mutombo juga mempertimbangkan situasi pertandingan. Bek Persib tersebut telah mengantongi kartu kuning sehingga berisiko menerima kartu kedua apabila kembali melakukan pelanggaran.
“Kami melanjutkan pertandingan dan saya melihat Mutombo gugup, saya menariknya keluar, dia sudah mendapat kartu kuning, jadi ada risiko mendapat kartu kedua dan kami ingin menyelesaikan pertandingan dengan 11 pemain,” tutur Igor.
Mutombo akhirnya ditarik keluar pada menit ke-76. Posisinya kemudian digantikan oleh Thom Haye.
Persib Bangkit dan Cetak Tiga Gol dalam Sembilan Menit
Di tengah dugaan insiden tersebut, Persib berhasil menjaga peluang dan membalikkan keadaan pada penghujung pertandingan. Maung Bandung sempat tertinggal setelah Jude Bell mencetak gol melalui titik penalti pada menit ke-66.
Persib baru mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-87 melalui Mariano Peralta. Gol tersebut menjadi awal kebangkitan tim asuhan Igor Tolic yang kemudian membalikkan keadaan dalam waktu singkat.
Berguinho membawa Persib unggul pada menit 90+2. Empat menit berselang, Menalo memastikan kemenangan 3-1 melalui gol pada menit 90+6.
Hasil tersebut membuat Persib menutup pertandingan dengan kemenangan setelah sempat berada dalam posisi tertinggal. Namun, di balik hasil positif itu, dugaan tindakan rasisme terhadap Mutombo masih menjadi persoalan yang menunggu kejelasan.
Belum diketahui apakah insiden tersebut akan berlanjut ke laporan resmi atau penyelidikan oleh penyelenggara kompetisi. Konfirmasi dari pihak terkait diperlukan untuk memastikan kronologi dan menindaklanjuti dugaan yang disampaikan pemain Persib tersebut.