MOSKOW, RUSIA — Duta Besar Rusia untuk Jerman, Sergey Nechayev, menuding pemerintah Jerman sengaja merusak hubungan diplomatik kedua negara yang telah terjalin selama berabad-abad. Tuduhan itu disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan setelah Berlin memutuskan menutup Konsulat Jenderal Rusia di Bonn dan mengakhiri operasional Pusat Kebudayaan dan Sains Rusia di Berlin.
Dalam wawancara dengan kantor berita RIA Novosti, Nechayev menilai kebijakan pemerintah Jerman setelah mengumumkan perubahan arah politik yang dikenal sebagai Zeitenwende telah mendorong hubungan Moskow dan Berlin menuju keretakan yang semakin dalam.
“Setelah pengumuman yang disebut ‘pergantian era’ (Zeitenwende), pihak berwenang Jerman menetapkan langkah untuk penghancuran penuh hubungan Rusia-Jerman yang telah dibangun selama berabad-abad,” ujar Nechayev.
Ia menilai perkembangan tersebut menunjukkan perubahan drastis dalam hubungan kedua negara. Menurut Nechayev, langkah-langkah yang diambil pemerintah Jerman tidak hanya membatasi aktivitas diplomatik Rusia, tetapi juga mempersempit ruang bagi hubungan bilateral yang selama ini telah terbangun.
Nechayev juga menyoroti penutupan sejumlah kantor konsulat Rusia, pengusiran ratusan staf misi diplomatik beserta keluarga mereka, serta berbagai pembatasan terhadap aktivitas perwakilan Rusia di Jerman.
Ia mengatakan, situasi tersebut sulit dibayangkan beberapa tahun sebelumnya. Nechayev bahkan menyinggung pernyataan para pemimpin Jerman yang dinilainya secara terbuka mempersiapkan kemungkinan perang dengan Rusia.
“Jika beberapa tahun lalu saya ditanya apakah mungkin secara hipotetis bagi pihak Jerman untuk menutup kelima konjen kami di Jerman dan Rumah Rusia di Berlin, mengusir ratusan staf misi Rusia beserta anggota keluarganya, serta menghambat kerja misi diplomatik Rusia—belum lagi kepemimpinan Jerman yang secara terbuka mempersiapkan perang yang akan segera terjadi dengan Rusia—maka saya akan mengatakan dengan jujur bahwa itu tidak mungkin,” tegasnya.
Jerman Tutup Konsulat Rusia dan Rumah Rusia
Ketegangan terbaru mencuat setelah Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul mengumumkan penutupan Konsulat Jenderal Rusia di Bonn yang dijadwalkan berlaku pada 18 September. Pemerintah Jerman juga mengakhiri perjanjian operasional yang menjadi dasar keberadaan Rumah Rusia di Berlin.
Keputusan tersebut menambah daftar persoalan yang membayangi hubungan diplomatik Moskow dan Berlin. Nechayev memandang kebijakan itu sebagai bagian dari langkah yang semakin membatasi keberadaan serta aktivitas institusi Rusia di Jerman.
Di sisi lain, pemerintah Rusia menyatakan akan mengambil tindakan balasan terhadap kebijakan Berlin yang dianggap tidak bersahabat. Moskow menegaskan langkah tersebut diperlukan untuk merespons keputusan Jerman yang berdampak terhadap perwakilan diplomatik dan lembaga kebudayaan Rusia.
Rusia Balas Tutup Goethe-Institut
Ketegangan diplomatik kedua negara turut berdampak pada lembaga kebudayaan Jerman di Rusia. Sebagai langkah balasan, pemerintah Rusia mewajibkan Goethe-Institut menghentikan seluruh jaringan operasionalnya di negara tersebut.
Staf berkewarganegaraan Jerman yang bekerja di lembaga itu juga diminta meninggalkan Rusia paling lambat pada 13 September.
Selain pembatasan terhadap lembaga kebudayaan, Rusia menutup Konsulat Jenderal Jerman di St. Petersburg secara permanen mulai 18 September.
Serangkaian keputusan tersebut memperlihatkan bahwa ketegangan Moskow dan Berlin tidak hanya menyangkut hubungan politik, tetapi juga merambah aktivitas diplomatik serta pertukaran kebudayaan kedua negara.
Meski Nechayev menilai pemerintah Jerman bertanggung jawab atas memburuknya hubungan bilateral, pernyataan tersebut merupakan pandangan pihak Rusia terhadap kebijakan Berlin. Perselisihan mengenai keberadaan konsulat dan lembaga kebudayaan kini menjadi salah satu persoalan yang memperdalam keretakan hubungan kedua negara.