RIYADH, ARAB — Kelompok Houthi di Yaman mengklaim melancarkan serangan rudal ke sejumlah lokasi strategis di Arab Saudi, termasuk Bandara Internasional Riyadh, pada Kamis (8/10/2026). Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan sejumlah pesawat mengalami kerusakan, meski belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Arab Saudi mengenai dampak serangan tersebut.
Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengatakan kelompoknya meluncurkan rudal yang menyasar tiga lokasi di Arab Saudi. Selain Bandara Internasional Riyadh, serangan diklaim diarahkan ke bandara di Najran dan sebuah pangkalan udara di Khamis Mushait.
“Satu rudal diarahkan ke bandara di Najran, sementara satu rudal lainnya ditujukan ke pangkalan udara di Khamis Mushait,” ujar Yahya Saree dalam keterangannya, Jumat (9/10/2026).
Houthi juga mengklaim telah melancarkan serangan berulang ke kawasan Bandara Riyadh. Serangan tersebut disebut sebagai gelombang ketiga yang menyasar area bandara di ibu kota Arab Saudi dalam satu hari.
Namun, klaim mengenai keberhasilan serangan dan tingkat kerusakan yang ditimbulkan masih belum dapat dipastikan secara independen.
Sejumlah Pesawat Dilaporkan Terdampak
Dua sumber internal menyebutkan ledakan terdengar di wilayah Riyadh sebelum Houthi mengumumkan serangan tersebut. Menurut keterangan kedua sumber itu, serangan diduga menembus pertahanan udara dan menghantam area apron bandara.
Akibatnya, sejumlah pesawat dilaporkan mengalami kerusakan. Meski demikian, informasi mengenai jumlah pesawat yang terdampak masih berbeda.
Salah satu sumber menyebut sedikitnya satu pesawat, baik komersial maupun militer, mengalami kerusakan parah. Sementara itu, sumber lainnya mengklaim terdapat tiga pesawat yang terdampak serangan.
Belum ada keterangan resmi yang mengungkap identitas pesawat maupun maskapai yang mengalami kerusakan. Status operasional penerbangan di Bandara Internasional Riyadh setelah insiden tersebut juga belum diketahui.
Koalisi Saudi Klaim Cegat Rudal
Di tengah klaim Houthi, koalisi militer pimpinan Arab Saudi menyatakan sistem pertahanan udara mereka mendeteksi dan mencegat rudal yang diluncurkan dari wilayah Yaman.
Namun, koalisi tersebut belum memberikan perincian mengenai jumlah rudal yang berhasil dicegat maupun lokasi pasti pencegatan dilakukan.
Perbedaan keterangan antara Houthi dan koalisi pimpinan Arab Saudi membuat hasil akhir serangan tersebut belum jelas. Houthi mengklaim serangannya menyasar sejumlah fasilitas strategis, sedangkan pihak koalisi menyatakan telah melakukan upaya pencegatan.
Hingga Jumat (9/10/2026), pemerintah Arab Saudi dan otoritas penerbangan sipil setempat belum menyampaikan pernyataan resmi mengenai dampak keseluruhan insiden tersebut.
Jumlah korban jiwa, korban luka, serta total kerugian material juga belum diumumkan. Dengan belum adanya konfirmasi dari otoritas terkait, laporan mengenai kerusakan pesawat dan keberhasilan serangan Houthi masih memerlukan verifikasi lebih lanjut.