BEKASI – Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan Sekolah Rakyat menjadi jalan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan layak dan kesempatan membangun masa depan yang lebih baik.
Program ini menyasar anak-anak yang menghadapi keterbatasan ekonomi, termasuk mereka yang berasal dari keluarga tukang becak hingga pemulung.
Saifullah menyampaikan hal tersebut saat mengunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Bekasi pada Kamis, 8 Oktober 2026.
“Kondisi ekonomi keluarga tidak boleh menjadi penghalang bagi seorang anak untuk mendapatkan pendidikan. Dan meraih masa depan yang lebih baik,” katanya.
Ia menjelaskan, program pendidikan dan beasiswa selama ini cenderung mempertimbangkan prestasi akademik sebagai salah satu faktor utama sebelum melihat kondisi ekonomi siswa.
Sekolah Rakyat menerapkan pendekatan berbeda dengan menjadikan latar belakang ekonomi keluarga sebagai pertimbangan utama dalam penerimaan peserta didik.
“Sudah belum pintar, yang kedua dari keluarga yang masih belum beruntung. Inilah yang menjadi perhatian khusus dari Presiden Prabowo,” katanya.
Menurut Saifullah, pendidikan di Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik, tetapi juga membangun karakter dan kepribadian siswa.
“Siswa bukan saja diberikan materi akademik namun juga pembentukan karakter. Mereka di sekolah rakyat didik agar disiplin dan bertanggungjawab,” ujarnya.
Melalui pendekatan tersebut, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi ruang belajar yang mendukung anak-anak dari keluarga prasejahtera untuk mengembangkan potensi, membangun kedisiplinan, dan meraih peluang hidup yang lebih baik.***