PONTIANAK – Daud Yordan kembali menambah pencapaian dalam karier tinju profesional setelah menundukkan petinju Filipina Adore Torres lewat keputusan angka pada ajang BACK TO CHAMPION 2026 di GOR Terpadu, Pontianak, Sabtu (10/10/2026) malam.
Kemenangan dalam duel kelas super welter delapan ronde tersebut mengantarkan petinju Indonesia berjuluk Cino atau The Boxing Senator itu meraih sabuk ABF Diamond.
Hasil ini sekaligus menambah daftar prestasi Daud yang telah berpengalaman merebut gelar dari berbagai badan tinju internasional sepanjang kariernya.
Pertarungan tersebut juga mempertemukan dua petinju dengan rekam jejak berbeda, yakni Daud yang memiliki pengalaman di level dunia dan Torres yang pernah bersaing dalam perebutan gelar regional Asia.
Secara keseluruhan kombinasi pukulan jab, hook dan upper cut didominasi Daud Yordan dari ronde pertama hingga ronde delapan.
Meski telah berusia 39 tahun dan lebih dari setahun tidak aktif bertinju karena kesibukannya sebagai senator, kekuatan pukulannya ternyata masih terjaga dan tetap mampu melontarkan serangan keras.
Daud mengungkap latihannya menghadapi laga ini baru 50 persen dan masih bisa dimaksimalkan lagi untuk persiapan menghadapi legenda Filipina Manny Pacquiao.
Daud Yordan dan Deretan Gelar Bergengsi
Daud dikenal sebagai petinju profesional Indonesia yang pernah berkompetisi di sejumlah divisi, mulai dari kelas bulu hingga kelas ringan super, sebelum menjalani pertarungan terbarunya di kelas super welter.
Berdasarkan data karier dalam bahan pemberitaan, Daud membukukan 43 kemenangan, empat kekalahan, dan satu hasil no contest dari total 48 pertandingan.
Sebanyak 31 kemenangan tersebut dilaporkan diraih melalui knockout (KO), yang menunjukkan besarnya kontribusi kemenangan dengan menghentikan lawan dalam perjalanan profesionalnya.
Daud mulai mengoleksi gelar pada 2007 ketika meraih sabuk WBO Asia Pacific Youth di kelas bulu, kemudian melanjutkan kiprahnya melalui berbagai kejuaraan regional dan internasional.
Pada 2012, Daud merebut gelar juara dunia IBO kelas bulu, sebelum kembali menjadi juara dunia IBO di kelas ringan pada 2013.
Petinju asal Indonesia itu kemudian meraih gelar interim WBO Asia Pacific pada 2014, WBO Africa pada 2015, serta interim WBA International pada 2016 di kelas ringan.
Perjalanan tersebut berlanjut dengan gelar WBO Inter-Continental pada 2018, disusul pencapaian di kelas ringan super melalui WBC International Challenge pada 2019.
Tahun 2019 menjadi salah satu periode penting bagi Daud setelah ia merebut gelar juara dunia IBA kelas ringan super dan menambah koleksi sabuk WBO Oriental.
Pada November 2019, Daud mengalahkan Michael Mokoena melalui technical knockout (TKO) pada ronde kedelapan untuk merebut gelar dunia IBA kelas ringan super.
Daud juga pernah memegang gelar WBC Asian Boxing Council Silver di kelas ringan super pada 2021, memperpanjang daftar pencapaiannya di tingkat regional.
Dalam catatan yang digunakan sebagai bahan berita, Daud kembali meraih kemenangan KO atas Hernan Leandro Carrizo pada 7 September 2024 dalam pertandingan yang disebut sebagai upaya mempertahankan gelar.
Adore Torres, Pemilik Pengalaman di Tinju Regional
Adore Torres datang ke Pontianak dengan pengalaman profesional dan catatan gelar yang berbeda dari Daud Yordan.
Data yang dikutip dari Tirto mencatat petinju Filipina berjuluk The Terminator tersebut memiliki 15 kemenangan, delapan kekalahan, dan dua hasil imbang.
Sementara itu, profil yang dirujuk dari PhilBoxing menyebutkan 10 kemenangan Torres diperoleh melalui KO.
Torres juga pernah meraih gelar ABF Asian Welterweight Championship pada 2022 setelah mengalahkan Meechaiya Kaiwiset melalui TKO pada ronde keempat.
Pengalaman dalam perebutan sabuk regional tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan Torres sebelum menghadapi Daud dalam pertarungan di Pontianak.
Meski demikian, informasi mengenai gelar Luzon kelas ringan super yang dikaitkan dengan Torres pada 2019 masih membutuhkan verifikasi karena terdapat ketidaksesuaian antara keterangan gelar dan hasil pertandingan dalam sumber yang dihimpun.
Kemenangan di Pontianak Tambah Catatan Karier Daud
Keberhasilan mengalahkan Torres melalui keputusan angka membuat Daud membawa pulang gelar ABF Diamond dari ajang BACK TO CHAMPION 2026.
Hasil tersebut menambah pencapaian terbaru bagi petinju Indonesia yang telah lama berkiprah dalam persaingan tinju profesional dan pernah mengoleksi sejumlah gelar dunia serta regional.
Namun, perbedaan rekor dan jumlah gelar kedua petinju tidak dengan sendirinya menggambarkan jalannya pertarungan, sedangkan penilaian atas performa mereka tetap perlu merujuk pada hasil resmi dan jalannya pertandingan.
Kemenangan ini menjadi catatan baru dalam perjalanan Daud Yordan, sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu petinju profesional Indonesia yang memiliki pengalaman panjang di arena internasional.***