JAKARTA — PT Patra Jasa meraih Bintang 4 dalam Indonesia QHSE & Sustainability Award (IQSA) 2026. Selain penghargaan tingkat korporasi, Patra Jasa juga mendapat apresiasi atas pengembangan kompetensi, kinerja dan keselamatan operasi, serta kepemimpinan di bidang Quality, Health, Safety, and Environment (QHSE).
Penghargaan diserahkan dalam malam penghargaan IQSA 2026 yang diselenggarakan Majalah Business Asia Indonesia di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (28/8/2026). Ajang ini mengusung tema “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional Menuju Keberlanjutan Ekonomi.”
Pada tingkat korporasi, Patra Jasa meraih The Best QHSE Commitment to Competency Development 2026 dan The QHSE Performance and Safety Business Operations 2026. Sementara pada kategori individu, Direktur Utama PT Patra Jasa, Ray SM Daulay, meraih The Best CEO in QHSE Excellent 2026, sedangkan Pjs. VP QHSE Patra Jasa, Rizuli Akbar, meraih The Best QHSE Leadership in Safety Performance 2026.
Ray SM Daulay menerima langsung penghargaan tersebut dalam malam penghargaan IQSA 2026. Sementara itu, penghargaan The Best QHSE Leadership in Safety Performance 2026 diberikan kepada Rizuli Akbar atas kepemimpinannya dalam mendorong kinerja keselamatan di lingkungan Patra Jasa.
Empat penghargaan tersebut mencerminkan pengelolaan QHSE Patra Jasa yang mencakup kinerja keselamatan operasi, pengembangan kompetensi, hingga kepemimpinan. Pencapaian ini diperoleh setelah Patra Jasa melalui proses penilaian dan penjurian oleh Tim Penilai dan Dewan Juri IQSA 2026 yang mencakup aspek kinerja keselamatan kerja, kepatuhan terhadap standar dan prosedur kritis keselamatan, serta komitmen terhadap pengembangan kompetensi dan budaya keselamatan.
Direktur Utama PT Patra Jasa, Ray SM Daulay, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari upaya bersama seluruh Perwira dalam menjadikan QHSE sebagai bagian dari cara perusahaan menjalankan bisnis. “Penghargaan ini menjadi apresiasi atas komitmen dan kerja bersama seluruh Perwira Patra Jasa dalam menjaga kualitas, keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan. Bagi kami, QHSE bukan sekadar pemenuhan standar, tetapi menjadi bagian dari bagaimana perusahaan menjalankan bisnis secara bertanggung jawab, menjaga keandalan operasional, serta memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Ray.
Ray menambahkan bahwa penguatan QHSE perlu berjalan seiring dengan perkembangan bisnis dan tantangan operasional yang semakin dinamis.
“Ke depan, kami akan terus mendorong penguatan kompetensi, kepemimpinan, dan penerapan standar QHSE di seluruh lini. Kami ingin memastikan pertumbuhan bisnis Patra Jasa berjalan beriringan dengan terciptanya lingkungan kerja yang aman, sehat, dan berkelanjutan,” tambahnya.
Sementara itu, Pjs. VP QHSE Patra Jasa, Rizuli Akbar, mengatakan penghargaan yang diraih menjadi motivasi untuk menjaga konsistensi penerapan QHSE sekaligus memperkuat keterlibatan seluruh Perwira.
“Capaian ini tentu menjadi kebanggaan, tetapi sekaligus tanggung jawab untuk menjaga konsistensi. Kami ingin memastikan standar QHSE tidak berhenti pada pencapaian indikator, melainkan benar-benar menjadi budaya dalam setiap aktivitas kerja. Karena pada akhirnya, keberhasilan QHSE adalah ketika setiap Perwira dapat bekerja dengan aman dan kembali ke rumah dengan selamat,” ujar Rizuli.
Menurut Rizuli, pengembangan kompetensi dan kepemimpinan menjadi bagian penting dalam membangun budaya keselamatan. Sistem dan prosedur yang kuat perlu didukung oleh insan yang kompeten serta pemimpin yang mampu memberikan teladan dalam penerapannya.
Sejalan dengan hal tersebut, Patra Jasa terus mengintegrasikan QHSE ke dalam aktivitas operasional dan pengembangan sumber daya manusia melalui penguatan kompetensi, penerapan standar keselamatan, pengelolaan risiko, serta peningkatan kesadaran Perwira.
Bagi Patra Jasa, capaian IQSA 2026 menjadi dorongan untuk terus memperkuat sistem, kompetensi, dan kepemimpinan QHSE sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif.