Jagat media sosial sempat dihebohkan oleh video potongan akad nikah yang diwarnai aksi amarah Penghulu Baharudin. Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Mojoanyar yang memimpin pernikahan pasangan Rizal Nurkolis (27) dan Yumnatus Sa’diyah (24) di Dusun/Desa Gayaman, Mojokerto, tersebut kini resmi menyampaikan permohonan maaf.
Insiden menegangkan yang terjadi pada Sabtu (10/10/2026) pagi itu dipicu aksi protes keras Baharudin terhadap fotografer hajatan yang dinilai terlalu jauh mengatur tata cara di majelis akad nikah.
Kepala Desa Gayaman, Joko Wahyudi, mengonfirmasi bahwa persoalan tersebut sebenarnya sudah diselesaikan secara kekeluargaan tak lama setelah acara berlangsung.
“Setelah kejadian itu, Kepala KUA sebenarnya sudah menyampaikan permohonan maaf langsung kepada juru foto dan hadirin di lokasi. Beliau juga menyampaikan permintaan maaf kepada pihak Pemerintah Desa atas ketidaknyamanan yang terjadi,” terang Joko Wahyudi, Senin (12/10/2026).
Miskomunikasi dan Karakter Disiplin ‘Gaya Militer’
Joko menilai kegaduhan yang viral di media sosial tersebut murni dipicu oleh miskomunikasi antarpihak di lapangan, yakni antara penghulu, fotografer, serta pengantin. Menurutnya, Baharudin dikenal sebagai sosok pejabat keagamaan yang sangat memegang teguh kedisiplinan dan syariat.
Hal senada diungkapkan Modin Desa Gayaman, Romli Ma’arif, yang bertindak sebagai saksi nikah saat kejadian. Baharudin dikenal memiliki latar belakang keilmuan agama yang kuat dan berwatak kencang ala militer dalam menjaga keabsahan rukun nikah.
Ketegasan tersebut kerap ditunjukkan agar jalannya prosesi sakral ijab kabul berlangsung khidmat tanpa gangguan teknis.
“Sebenarnya beliau orangnya sangat baik dan keilmuannya bagus. Karakter beliau memang sangat disiplin dan syariatnya kencang,” jelas Romli.
Menyadari posisinya sebagai pelayan masyarakat, Baharudin secara terbuka mengakui kekhilafannya yang sempat terpancing emosi di majelis pernikahan. Ia telah menemui langsung Arwani, fotografer yang bersangkutan, untuk saling memaafkan.
Pertemuan tersebut menandai berahirnya perselisihan antara kedua belah pihak secara damai.
“Saya sudah bertemu dan menyampaikan permohonan maaf secara langsung. Saya merasa salah karena posisi saya sebagai pelayan masyarakat. Kita sama-sama diminta membantu tuan rumah, dan semua pihak sudah saling memaafkan,” pungkas Baharudin.