YOGYAKARTA – Status aktivitas vulkanik Gunung Merapi di Yogyakarta naik ke level III atau siaga pada hari ini, Selasa (13/10/2026).
Aktivitas meningkat Merapi tersebut menambah jumlah gunung api dengan status siaga di Indonesia menjadi empat.
Hal ini berdasarkan pemantauan terkini Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Sebelumnya, tiga gunung api berstatus Siaga adalah Anak Krakatau di Lampung, Semeru di Jawa Timur, dan Sinabung di Sumatera Utara.
Laporan pengamatan Merapi periode Selasa pagi pukul 00.00–06.00 WIB mencatat sejumlah aktivitas berupa guguran lava, gempa guguran, gempa hybrid atau fase banyak, serta gempa vulkanik dangkal.
Tujuh Guguran Lava Teramati
Dalam pengamatan visual pada Selasa pagi, puncak Merapi terlihat jelas dengan asap kawah utama berwarna putih dan berintensitas tipis yang membumbung sekitar 200 meter dari puncak.
Cuaca di sekitar gunung dilaporkan cerah hingga berawan, sedangkan angin bertiup tenang ke arah barat.
Petugas pengamatan mencatat tujuh kali guguran lava yang mengarah ke Kali Sat atau Kali Putih, dengan jarak luncur terjauh mencapai 2.000 meter.
Puluhan Gempa Tercatat
Aktivitas kegempaan Merapi selama periode pengamatan tersebut meliputi 22 kali gempa guguran dengan amplitudo 1–8 milimeter dan durasi 50,55–190,77 detik.
Selain itu, tercatat 30 kali gempa hybrid atau fase banyak dengan amplitudo 1–24 milimeter dan durasi 9,55–31,05 detik.
Pengamatan juga merekam satu kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 26 milimeter dan durasi 12,67 detik.
Suhu udara di kawasan pengamatan berkisar 17,8–19 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan 63–82,5 persen.
Tekanan udara tercatat berada pada rentang 876–919 mmHg, sementara kondisi cuaca secara umum cerah hingga berawan.***