BENER MERIAH, ACEH – Pemerintah Kabupaten Bener Meriah mengajukan pembangunan 1.056 unit hunian tetap (huntap) untuk warga yang kehilangan rumah akibat banjir dan tanah longsor.
Dari total usulan tersebut, pembangunan baru berjalan untuk 64 unit rumah di Desa Wonosobo, Kecamatan Wih Pesam, sedangkan unit lainnya masih menunggu proses lanjutan.
Kepala Pelaksana BPBD Bener Meriah, Ilham Abdi, menjelaskan bahwa pengajuan huntap tersebut terbagi menjadi dua skema, yakni 252 unit hunian komunal dan 804 unit rumah mandiri.
“Usulan huntap ini ada yang komunal atau terpusat 252 unit, dan mandiri 804 unit,” kata Ilham di Banda Aceh, Minggu (11/10/2026).
Seluruh Usulan Telah Diterima, Pembangunan Menunggu Proses
Ilham menyebutkan, seluruh usulan pembangunan rumah permanen tersebut telah diterima dan diakomodasi oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Namun, realisasi pembangunan sebagian besar rumah masih menunggu tahapan administrasi dan koordinasi lebih lanjut dengan kementerian serta lembaga terkait.
“Usulan ini sudah diterima, tinggal tunggu pembangunan. Tapi waktu dan oleh siapa belum diketahui, karena belum dilelang,” ujarnya.
Kondisi tersebut membuat jadwal pembangunan untuk ratusan unit huntap lainnya belum dapat dipastikan hingga proses lanjutan selesai.
Pembangunan 64 Rumah Dimulai di Lahan 1,4 Hektare
Sementara itu, pembangunan tahap awal sebanyak 64 unit huntap komunal di Desa Wonosobo telah dimulai setelah peletakan batu pertama oleh Bupati Bener Meriah, Tagore Abubakar.
Proyek tersebut dilaksanakan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) dengan menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).
Sebanyak 64 rumah itu dibangun di atas lahan milik Pemerintah Kabupaten Bener Meriah seluas 1,4 hektare dengan tipe bangunan 36 plus.
Kawasan permukiman tersebut juga direncanakan memiliki fasilitas olahraga untuk mendukung aktivitas dan kenyamanan warga setelah menempati rumah baru.
Diprioritaskan bagi Warga yang Kehilangan Tempat Tinggal
Hunian tetap tersebut terutama disiapkan bagi masyarakat Desa Jamur Ujung, Kecamatan Wih Pesam, yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana hidrometeorologi.
Pembangunan huntap menjadi bagian penting dari pemulihan pascabencana agar warga terdampak dapat kembali menempati rumah permanen yang lebih layak.
Dengan 1.056 unit yang diusulkan, percepatan proses pembangunan menjadi faktor penting untuk memastikan kebutuhan tempat tinggal para penyintas banjir dan longsor di Bener Meriah dapat terpenuhi.***