Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan pegunungan di Jawa Tengah secara beruntun pada akhir Oktober 2026. Tiga gunung—yakni Gunung Lawu, Gunung Sumbing, dan Gunung Pakuwaja—terbakar dalam kurun waktu yang hampir bersamaan, memicu evakuasi darurat puluhan pendaki.
1. Gunung Lawu: Api Muncul di Tengah Penutupan Jalur
Rentetan karhutla ini bermula dari lereng Gunung Lawu, tepatnya di Petak 28, 32, dan 62c kawasan Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, pada Kamis (15/10/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.
Kebakaran tersebut meletup ketika jalur pendakian Gunung Lawu sejatinya tengah ditutup sementara sejak Pertengahan September 2026 guna mengantisipasi risiko musim kemarau ekstrem. Beruntung, titik api berada cukup jauh dari pemukiman warga serta jalur utama pendakian wilayah Karanganyar.
2. Gunung Sumbing: Kerap Disebut Mirip Erupsi, 71 Pendaki Berhasil Dievakuasi
Belum tuntas penanganan di Gunung Lawu, si jago merah menyergap kawasan Gunung Sumbing pada Senin (19/10/2026). Kobaran api membesar hingga meluas ke area Kabupaten Wonosobo, menciptakan visual membumbung tinggi yang sempat dikira warga sebagai erupsi.
Insiden ini sempat mencekam lantaran terdapat 71 pendaki yang berada di atas gunung saat api membakar.
Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Wonosobo, Sabarno, mengonfirmasi bahwa seluruh pendaki berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat melalui koordinasi dengan pihak basecamp.
“Berdasarkan informasi dari ketua Basecamp Gajah Mungkur (Lamuk, Kalikajar), ada 71 pendaki di atas. Namun posisi mereka dipastikan aman karena berada jauh dari titik api, dan tim telah mengawal perjalanan turun mereka,” jelas Sabarno.
3. Gunung Pakuwaja Dieng: Lahan 5,27 Hektare Hangus
Sehari sebelum terbakarnya Gunung Sumbing, kawasan Hutan Lindung Petak 7-7 Gunung Pakuwaja di Dataran Tinggi Dieng, Wonosobo, juga dilalap api pada Minggu (18/10/2026).
Amukan jago merah diperkirakan menghanguskan lahan vegetasi seluas 5,27 hektare. Meskipun titik api utama berhasil dipadamkan oleh tim gabungan pada Minggu sore, petugas BPBD dan relawan tetap bersiaga di lapangan hingga Senin (19/10/2026) guna mengantisipasi kemunculan bara api susulan.
“Kondisi api di Pakuwaja sudah padam, tetapi lokasi masih terus dipantau secara ketat untuk memastikan tidak ada titik sisa api yang terlewat,” pungkas Sabarno.