BOGOR – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan seluruh sumber daya manusia (SDM) Sekolah Rakyat wajib menjalankan tugas secara disiplin, menjunjung kode etik, serta memiliki kepedulian terhadap peserta didik. Ia juga memperingatkan bahwa pelanggaran berupa perundungan, kekerasan fisik dan seksual, serta intoleransi atau radikalisme tidak akan ditoleransi.
Penegasan tersebut disampaikan Gus Ipul saat membuka Pelatihan Kompetensi Dasar Tenaga Pengamanan, Manajemen Kasus bagi Case Manager, dan Pengelolaan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) bagi Operator Sekolah Rakyat di Harris Hotel & Convention Cibinong City Mall, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (4/11/2026).
“Ada wali asrama, ada wali asuh, ada sekuriti, ada guru, ada kepala sekolah, dan tadi ada manajer kasus, ada juga dari teman-teman yang mengelola data. Semuanya ini harus bisa bekerja dengan disiplin dan berpegang teguh pada kode etik yang ada,” kata Gus Ipul.
Pelatihan yang berlangsung pada 3–9 November 2026 tersebut digelar secara serentak di beberapa lokasi di Kabupaten Bogor. Kegiatan ini diikuti 839 peserta yang terdiri dari tenaga pengamanan, case manager, dan operator Sekolah Rakyat.
Program tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi SDM dalam tiga bidang utama, yakni keamanan dan perlindungan anak, penanganan kasus peserta didik, serta pengelolaan data pendidikan. Penguatan kemampuan tersebut diharapkan mendukung penyelenggaraan Sekolah Rakyat yang aman, berkualitas, dan profesional.
SDM Sekolah Rakyat Harus Punya Empati
Gus Ipul menjelaskan, Sekolah Rakyat memiliki sejumlah fungsi, mulai dari edukasi, rehabilitasi, hingga pemberdayaan. Karena itu, setiap tenaga pendidik dan kependidikan harus memahami tanggung jawab masing-masing serta mampu memberikan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan siswa.
Menurutnya, peserta didik Sekolah Rakyat berasal dari latar belakang keluarga yang beragam, terutama kelompok masyarakat kurang mampu yang masuk dalam desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Kondisi tersebut membuat pendampingan terhadap siswa perlu dilakukan dengan pendekatan yang penuh empati.
“Sehingga memerlukan pendampingan dengan penuh empati dari seluruh pemangku kepentingan Sekolah Rakyat. Intinya SDM-nya terus diperkuat, tata kelolanya terus diperbaiki, mudah-mudahan ini sesuai dengan harapan Pak Presiden,” ujarnya.
Selain peningkatan kompetensi, Gus Ipul mengingatkan seluruh SDM Sekolah Rakyat agar menjauhi tiga dosa besar pendidikan. Ketiganya meliputi perundungan, kekerasan fisik dan seksual, serta intoleransi atau radikalisme.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta juga diajak mengucapkan ikrar sebagai bentuk komitmen menjaga lingkungan sekolah tetap aman dan nyaman.
“Jika saya diketahui melakukan tiga hal tersebut, siap diberhentikan kapanpun. Saya berjanji akan ikut menjaga keamanan dan kenyamanan di lingkungan sekolah rakyat. Dan juga siap melaporkan siapapun yang melakukan ketiga-tiganya di lingkungan Sekolah Rakyat,” kata para peserta serentak.
Gus Ipul menegaskan, Kemensos tidak akan memberikan toleransi kepada SDM Sekolah Rakyat yang terbukti melakukan pelanggaran tersebut. Sanksi tegas berupa pemberhentian akan diberlakukan tanpa melalui tahapan peringatan.
“Karena siapapun yang melakukan ini, tidak akan kita toleransi dan akan langsung kita berhentikan. Langsung kita berhentikan, tidak ada ceritanya pakai peringatan-peringatan,” tegasnya.
SDM Sekolah Rakyat Diajak Jadi Agen Perlinsos
Selain membahas perlindungan siswa, Gus Ipul mengajak para peserta pelatihan terlibat dalam penguatan program perlindungan sosial melalui peran sebagai Agen Perlinsos.
Para SDM Sekolah Rakyat diharapkan membantu proses registrasi ulang penerima bantuan sosial (bansos) serta pemutakhiran data secara digital. Mereka juga didorong mengajak tenaga kependidikan, keluarga, dan masyarakat sekitar untuk berpartisipasi dalam Gerakan Nasional Peduli Tetangga.
Melalui gerakan tersebut, masyarakat dapat membantu tetangga atau warga di sekitarnya yang dinilai berhak menerima bantuan sosial, tetapi belum tercatat sebagai penerima, dengan memanfaatkan mekanisme pendaftaran digital.
“Tidak hanya Bapak Ibu sekalian, tapi saya minta pulang dari sini, ajak tenaga kependidikan yang lain, ajak teman-teman, saudara-saudara, teman-teman sekalian yang bisa menjadi Agen Perlinsos. Ini adalah sistem terbaru pemerintah dalam rangka menjangkau mereka yang paling membutuhkan,” kata Gus Ipul.
Kegiatan pelatihan turut dimeriahkan penampilan siswa Sekolah Rakyat. Para siswa menampilkan tari nusantara, paduan suara, dan pembacaan puisi.
Sejumlah pejabat Kemensos turut menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya Plt. Kepala Pusdiklatbangprof Kemensos Afrizon Tanjung, Inspektur Jenderal Kemensos Dody Sukmono, Staf Khusus Menteri Sosial Bidang Komunikasi dan Media Massa Fatkhurohman Taufik, serta Direktur Poltekesos Bandung Suharma. Hadir pula jajaran pejabat tinggi madya dan pratama Kemensos, staf ahli, tenaga ahli Menteri Sosial, serta para fasilitator.