WASHINGTON — Partai Demokrat mengamankan kemenangan telak dalam gelaran pemilu sela (midterm election) Amerika Serikat yang berlangsung pada Selasa (3/11/2026). Partai berlogo kepala keledai ini sukses mengambil alih kendali penuh di dua majelis tertinggi Kongres AS, yakni Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), setelah menyapu bersih rangkaian pemungutan suara di berbagai negara bagian.
Hasil ini menjadi pukulan politik yang sangat keras bagi Presiden Donald Trump dan kubu Partai Republik.
Berdasarkan polling hitung cepat (quick count) The New York Times hingga Rabu (4/11/2026) siang WIB, Partai Demokrat telah mengantongi 52 kursi di Senat. Raihan tersebut melampaui batas ambang minimal 50 kursi yang dibutuhkan untuk menguasai majelis tinggi. Di sisi lain, Partai Republik tertahan jauh di belakang dengan hanya mengamankan 40 kursi.
Sementara dalam perebutan kursi Dewan Perwakilan (DPR), Demokrat telah meraup 193 kursi, sedangkan Republik mengumpulkan 114 suara. Untuk menyegel penguasaan penuh atas DPR, Demokrat tinggal membutuhkan 25 kursi tambahan guna mencapai batas ambang batas kemenangan di angka 218 kursi.
Keberhasilan Demokrat menguasai Senat sekaligus memimpin perolehan di DPR memberikan jembatan kekuatan politik baru. Dominasi ini memungkinkan Demokrat untuk memblokir, menahan, maupun mengintervensi berbagai rancangan kebijakan strategis Trump, serta membuka ruang investigasi terhadap dugaan pelanggaran selama dua tahun terakhir masa pemerintahannya.
Menanggapi kekalahan peta politik tersebut, Donald Trump menyampaikan pernyataan resmi kepada The New York Times. Pria berusia 80 tahun itu mengaku siap menerima kenyataan kekalahan partainya dan berjanji akan menjalin kerja sama dengan kubu lawan.
“Saya benar-benar bersedia menerima hasil tersebut. Saya berjanji bekerja sama dengan Partai Demokrat,” tutur Trump.
Namun, sikap melunak tersebut berbanding terbalik dengan gestur politik yang ia tunjukkan di media sosial beberapa menit kemudian. Menghadapi potensi ancaman pengesahan undang-undang yang bakal disodorkan Partai Demokrat, Trump mengunggah gambar topi bisbol merah bertuliskan kata “VETO”, sebagai sinyal penolakan tegas atas agenda legislatif lawan.
Penyumbang utama kemenangan signifikan Demokrat di Senat berasal dari keberhasilan merebut basis-basis tradisional Republik (red states), seperti Kansas dan Iowa. Di Kansas, pastur Methodist Adam Hamilton mencatatkan sejarah setelah menumbangkan petahana dari Republik, Roger Marshall. Kemenangan Hamilton menjadikannya anggota Demokrat pertama yang terpilih sebagai senator dari Kansas sejak 1932.
Pola serupa terjadi di Iowa, negara bagian yang tidak pernah meloloskan senator Demokrat sejak 2008. Kemenangan di dua wilayah tersebut melengkapi kejutan besar Demokrat yang sebelumnya juga sukses mendominasi perolehan suara di Texas, South Carolina, North Carolina, hingga Ohio.