SAMPANG – Sebanyak 26 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, dikenai penghentian sementara operasional oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Sanksi tersebut dijatuhkan setelah puluhan dapur pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diketahui tidak memenuhi kewajiban pelaporan penggunaan dana operasional harian.
Meski 26 dapur harus berhenti sementara, pemerintah daerah memastikan pelayanan makanan bergizi bagi para siswa tetap berjalan tanpa gangguan berarti.
Sekretaris Satgas MBG Kabupaten Sampang, Sudarmanto, mengatakan pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi untuk menjaga kelancaran penyaluran makanan.
“Sebagai langkah antisipasi, pemerintah daerah telah menyiapkan strategi mitigasi yang komprehensif dengan mengalihkan cakupan layanan dari 26 SPPG yang disuspensi menuju dapur-dapur SPPG terdekat yang masih aktif beroperasi,” ucapnya, Jumat, 6 November 2026.
Pengalihan wilayah pelayanan dilakukan dengan memanfaatkan kapasitas dapur SPPG lain yang masih beroperasi normal di sekitar lokasi terdampak.
Skema tersebut diharapkan mampu menjaga kesinambungan distribusi sekaligus memastikan kebutuhan gizi para penerima manfaat tetap terpenuhi.
Satgas MBG Sampang juga memastikan penertiban terhadap puluhan SPPG tidak menjadi alasan terhentinya hak siswa untuk memperoleh makanan bergizi.
Kebijakan suspensi ini sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh pengelola SPPG agar disiplin menjalankan kewajiban administrasi dan mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran.
Dengan pengalihan layanan tersebut, pemerintah daerah berupaya menjaga pelaksanaan MBG tetap berjalan meskipun puluhan dapur mengalami penghentian operasional sementara.***