JAKARTA – Warga Desa Jati Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, digemparkan oleh perkelahian maut antara dua pria yang diduga bagian dari kelompok anak punk pada Sabtu (28/12) malam.
Insiden yang terjadi sekitar pukul 23.00 WIB itu melibatkan Yoga (25), warga Hadipolo, dan Eksna Adi P (33), warga Jetak Kembang, Kelurahan Sunggingan, Kudus.
Keduanya ditemukan terkapar di pinggir jalan dengan luka-luka, tak jauh dari rumah singgah yang sering digunakan kelompok anak punk.
Saksi mata, Erwin, mengatakan ia mengetahui kejadian itu setelah diberitahu oleh anaknya.
“Saya waktu kejadian sedang tidur, dibangunin anak-anak ada perkelahian. Saya lari keluar untuk mengecek apa yang terjadi,” ujarnya pada Minggu (29/12).
Erwin awalnya tidak menyadari bahwa Yoga mengalami luka tusuk dan hanya memberikan pengobatan seadanya.
“Begitu saya lihat ada darah di perutnya, langsung saya bawa ke RSUD dr Loekmono Hadi,” tambahnya.
Sayangnya, nyawa Yoga tidak tertolong meskipun sempat mendapatkan penanganan medis. Ia dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit. Sementara itu, Eksna hanya mengalami luka ringan.
Narti, warga setempat, mengaku terkejut mendengar kabar tersebut.
“Saya baru tahu pagi hari. Ramai-ramai ada banyak polisi di depan gang. Ternyata ada perkelahian, ada yang meninggal juga,” tuturnya.
Kepala Desa Jati Kulon, Hery Supriyanto, menjelaskan bahwa baik korban maupun terduga pelaku bukan warga setempat.
“Keduanya disinyalir bagian dari kelompok anak punk yang sedang singgah di sebuah rumah singgah di Jati Kulon,” ujarnya.
Ia kemudian menambahkan bahwa pihaknya sedang melakukan pendataan terhadap rumah singgah dan kos-kosan di desa tersebut.
Kasatreskrim Polres Kudus, AKP Danail Arifin, mengonfirmasi bahwa kasus ini sedang dalam penanganan dan penyelidikan oleh kepolisian.