JAKARTA – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding, menyambut kedatangan dua Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban penyekapan dan penyiksaan di Myanmar. Kedua Pekerja Migran Indonesia (PMI) tersebut, berinisial AB dan R, tiba di Tanah Air setelah menjadi korban perdagangan orang (TPPO) yang dipaksa bekerja sebagai scammer atau operator judi online. Salah satu korban berasal dari Semarang, Jawa Tengah, sementara yang lainnya berasal dari Langkat, Sumatra Utara.
Kepada Kompas.com, Karding mengonfirmasi kedatangan kedua korban yang terjadi pada Sabtu (18/1) dini hari di Terminal II F Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Setibanya di Indonesia, keduanya langsung dibawa ke Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) untuk beristirahat.
“Keduanya tiba sekitar tengah malam dan setelah berbicara dengan kami hingga pukul 02.30, mereka langsung dibawa ke shelter BP3MI untuk beristirahat,” ujar Karding, dilansir dari Kompas, Minggu (19/1).
P2MI berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh kepada AB dan R. Setelah beristirahat, keduanya akan ditemani untuk memberikan keterangan kepada pihak kepolisian. Karding menambahkan, proses selanjutnya akan melibatkan Kementerian Sosial untuk memberikan rehabilitasi kepada korban. “Kami akan memastikan mereka kembali ke keluarga setelah seluruh proses selesai,” kata Karding.