SUMEDANG – Presiden RI, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu mengucapkan terima kasih atas kebijakan program makan bergizi gratis (MBG) yang telah diluncurkan pemerintah. Menurutnya, program tersebut merupakan tanggung jawabnya sebagai Presiden dan bukan untuk mencari pujian atau penghargaan.
Hal ini disampaikan Prabowo usai meresmikan proyek strategis ketenagalistrikan di 18 provinsi, yang dipusatkan di PLTA Jatigede, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, pada Senin (20/1). Dalam kesempatan tersebut, Prabowo dengan tegas meminta para guru agar tidak mengucapkan terima kasih kepadanya. Ia mengungkapkan bahwa melaksanakan program seperti MBG merupakan kewajiban yang harus dijalankan pemerintah sebagai amanah dari rakyat.
“Saya minta semua guru-guru tolong, saya sangat menghargai tapi tidak perlu, jangan ucapkan terima kasih kepada Pak Prabowo. Ini kewajiban saya sebagai presiden,” ujar Prabowo.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya pendidikan karakter bagi anak-anak sekolah, yang harus diajarkan untuk menghormati orang tua dan guru, serta belajar dengan sungguh-sungguh.
“Ini kewajiban saya. Jadi tidak perlu ucapkan terima kasih kepada saya. Anak-anak diajarkan hormati orang tua, hormati guru. Kemudian belajar dengan baik,” tegas Ketua Umum Partai Gerindra tersebut, dilansir dari MI.
Prabowo menjelaskan bahwa tujuannya bukan untuk mencari popularitas, melainkan untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa Indonesia. “Kita di sini tidak cari nama. Yang kita ingin adalah yang terbaik untuk bangsa Indonesia. Jadi saya tidak perlu lagi. Saya terima kasih. Jangan terima kasih kepada Prabowo Subianto,” ungkapnya.
Menurut Prabowo, kebijakan MBG adalah kewajiban pemerintah yang dipilih oleh rakyat untuk bekerja demi kepentingan rakyat.