BANTEN – TNI AL menargetkan pembongkaran pagar laut di kawasan Tangerang tuntas pada hari ini, Kamis (13/2). Hingga Rabu (12/2), masih ada sisa 1,36 km dari total panjang pagar sepanjang 30,16 km yang harus dibongkar.
Ratusan personel TNI AL dikerahkan untuk melanjutkan pembongkaran pagar bambu yang membentang di kawasan Tanjung Pasir, Kabupaten Tangerang, Banten. Sebelumnya, 28,8 km pagar bambu telah berhasil dibongkar.
Pembangunan pagar laut ini mencakup wilayah pesisir 16 desa di enam kecamatan di Tangerang. Proyek ini sebelumnya menuai kontroversi, salah satunya dari kalangan nelayan yang terdampak secara ekonomi.
Kepala Perwakilan Ombudsman Banten, Fadli Afriadi, menyebutkan bahwa nelayan di kawasan tersebut mengalami kerugian hingga Rp24 miliar. Kerugian ini berdampak pada 3.888 nelayan akibat biaya tambahan bahan bakar dan waktu tempuh yang lebih lama karena keberadaan pagar laut tersebut.
“Berdasarkan perhitungan kami, minimal kerugian yang dialami oleh hampir 4.000 nelayan itu mencapai sekurang-kurangnya Rp24 miliar,” ungkap Fadli dalam konferensi pers di kantor Ombudsman, Jakarta, Senin (3/2).
Kerugian itu dihitung dari tambahan konsumsi solar hingga 4-6 liter per hari yang harus dikeluarkan oleh nelayan. Selain itu, kerusakan kapal dan penurunan hasil tangkapan juga menjadi faktor kerugian yang tercatat dari Agustus 2024 hingga Januari 2025.