Bahkan sebelum lampu kilat kamera menyambut tamu pertama di karpet merah, Met Gala 2026 telah mencatatkan sejarah baru. Costume Institute dari Metropolitan Museum of Art mengumumkan perolehan dana fantastis sebesar US$42 juta (sekitar Rp674 miliar), memecahkan rekor tahun lalu yang berada di angka US$31 juta.
Kabar kemenangan ini disampaikan langsung oleh CEO The Met, Max Hollein, dalam acara pembukaan pameran musim semi bertajuk “Costume Art”. Di hadapan tokoh-tokoh besar seperti Venus Williams, Michael Kors, hingga Lauren Sánchez Bezos, Hollein menegaskan bahwa fashion kini telah mengukuhkan posisinya sebagai bentuk seni murni.
Sinergi Kekuasaan dan Mode
Kesuksesan besar tahun ini tidak lepas dari peran Lauren Sánchez Bezos dan suaminya, pendiri Amazon, Jeff Bezos, yang bertindak sebagai sponsor utama pameran dan perhelatan karpet merah.
Sánchez, yang juga menjabat sebagai Honorary Chair, memberikan pernyataan emosional: “Fashion adalah seni. Para desainer yang kita rayakan hari ini adalah seniman sejati, dan Costume Institute adalah penjaga warisan mereka.”
Tak hanya sekadar pesta, keluarga Bezos juga menunjukkan komitmen nyata pada masa depan industri ini. Melalui Bezos Earth Fund, mereka telah mengucurkan dana sebesar US$34 juta untuk riset bahan tekstil berkelanjutan (seperti sutra ramah lingkungan) yang dikembangkan oleh universitas-universitas ternama.
Nostalgia Sang Ratu Mode: Anna Wintour
Anna Wintour, sang pemimpin redaksi global Vogue, berbagi kisah personal yang menyentuh. Ia mengenang Met Gala pertamanya pada tahun 1982 sebagai editor muda yang duduk di “kursi murah” berkat kebaikan hati bosnya.
“Kala itu, saya membeli gaun Saint Laurent seharga US$900—beberapa kali lipat dari harga sewa apartemen saya saat itu. Tapi momen tersebut sangat berarti bagi saya,” kenang Wintour. Kini, setelah puluhan tahun memimpin gala ini, ia berhasil membawa Costume Institute ke pusat museum secara fisik dan intelektual melalui pembukaan galeri baru: Condé M. Nast Galleries.
Fashion: Kekuatan dan Identitas
Ikon tenis dunia, Venus Williams, yang juga menjadi co-chair tahun ini bersama Beyoncé, turut menekankan bahwa lapangan tenis adalah panggung mode baginya. “Fashion selalu membedakan saya dari pemain lain. Ini bukan hanya tentang fisik, tapi tentang kekuatan, kemauan, dan mengenakan gaun terbaik,” ujarnya.
Pameran “Costume Art” tahun ini menampilkan ruang pameran khusus yang dinamai menurut desainer legendaris seperti Thom Browne dan Michael Kors. Dengan jutaan pengunjung yang diperkirakan akan hadir, The Met ingin memastikan bahwa fashion bukan lagi sekadar pakaian yang dikenakan, melainkan pengalaman manusia yang mendalam dan penuh makna.