JAKARTA — Anggota DPR RI Jazuli Juwaini menerima kunjungan delegasi Global for Nature untuk membahas berbagai isu lingkungan global, mulai dari perubahan iklim, konservasi keanekaragaman hayati, hingga penguatan kerja sama internasional dalam menjaga keberlanjutan alam.
Pertemuan di Jakarta itu mempertemukan sejumlah tokoh internasional dari Global for Nature untuk membahas berbagai tantangan lingkungan yang kian mendesak. Diskusi menyoroti pentingnya kolaborasi global dalam menghadapi perubahan iklim, melindungi keanekaragaman hayati, dan memastikan keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang.
Delegasi Global for Nature yang hadir antara lain mantan Senator Amerika Serikat Russ Feingold, mantan Presiden Kosta Rika Jose Maria Figueres, mantan Wakil Presiden Uni Eropa Frans Timmermans, serta Direktur Global for Nature Brian O’Donnell. Dalam pertemuan itu, Jazuli didampingi Anggota Komisi I DPR RI Mahfudz Abdurrahman dan Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo.
Dalam diskusi tersebut, Jazuli menegaskan bahwa Indonesia terus berupaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan perlindungan lingkungan. Menurutnya, persoalan lingkungan hidup telah menjadi tantangan global yang tidak dapat diselesaikan secara parsial oleh satu negara saja.
“Indonesia memiliki kekayaan alam dan keanekaragaman hayati yang luar biasa. Karena itu, upaya pelestarian lingkungan harus menjadi bagian integral dari kebijakan pembangunan. Kita membutuhkan sinergi global yang lebih kuat agar tantangan perubahan iklim dan kerusakan lingkungan dapat diatasi secara efektif,” ujar Jazuli.
Ketua Umum Pengurus Besar Mathla’ul Anwar itu juga menyoroti pentingnya prinsip keadilan lingkungan dalam perumusan kebijakan internasional. Ia menilai negara-negara berkembang perlu mendapatkan dukungan yang memadai untuk menjalankan transisi menuju pembangunan rendah karbon tanpa menghambat pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Jazuli, keberhasilan agenda lingkungan global harus dibarengi dengan pembagian tanggung jawab yang proporsional antara negara maju dan negara berkembang. Dengan demikian, upaya menekan emisi dan menjaga ekosistem dapat berjalan seiring dengan kebutuhan pembangunan nasional.
Sementara itu, delegasi Global for Nature memberikan apresiasi terhadap kontribusi Indonesia dalam menjaga stabilitas iklim dunia melalui kawasan hutan tropis yang dimiliki. Indonesia dinilai memegang peran strategis dalam upaya pelestarian lingkungan global karena memiliki sumber daya alam dan keanekaragaman hayati yang sangat penting bagi keberlangsungan ekosistem dunia.
Para delegasi juga menekankan pentingnya dukungan lembaga legislatif dalam memperkuat kebijakan konservasi alam, mengurangi laju deforestasi, mempercepat pengembangan energi bersih, serta mendorong implementasi pembangunan berkelanjutan.
Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog penting untuk mempererat kerja sama antara pemangku kepentingan nasional dan internasional dalam menghadapi berbagai tantangan lingkungan yang terus berkembang. Kolaborasi lintas negara dinilai menjadi kunci dalam menjawab ancaman perubahan iklim, degradasi lingkungan, dan hilangnya keanekaragaman hayati.
Di akhir pertemuan, kedua pihak sepakat bahwa perlindungan lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan harus tetap menjadi agenda prioritas global. Komitmen bersama itu dinilai penting untuk mewujudkan masa depan yang lebih hijau, inklusif, dan berkelanjutan bagi masyarakat dunia.


