VATIKAN – Kabar baik datang dari Rumah Sakit Gemelli terkait kondisi terkini Paus Fransiskus yang kini berusia 88 tahun. “Kondisi klinis Sri Paus dalam 24 jam terakhir menunjukkan perbaikan ringan lebih lanjut,” demikian bunyi buletin malam rutin, Rabu (26/02/2025) malam waktu setempat.
“Gagal ginjal ringan yang terdeteksi dalam beberapa hari terakhir telah pulih. CT scan dada yang dilakukan tadi malam menunjukkan perkembangan normal dari kondisi peradangan paru-paru.”
“Hasil tes darah hari ini juga mengonfirmasi perbaikan kondisi kemarin. Sri Paus masih menjalani terapi oksigen dengan aliran tinggi dan hari ini tidak mengalami serangan asma. Fisioterapi pernapasan juga terus berlanjut. Meski ada sedikit perbaikan, prognosis masih tetap dijaga.”
“Di pagi hari,” lanjut pernyataan tersebut, “Sri Paus menerima Ekaristi. Sore harinya diisi dengan aktivitas pekerjaan,” dikutip dari media Avvenire.
Jika diterjemahkan dari bahasa medis, ada beberapa kabar baik yang bisa disimpulkan dari laporan ini.
Pertama, gagal ginjal ringan yang sebelumnya terdeteksi kini telah pulih, tanpa gejala tersisa. Kedua, frasa “kondisi kritis” telah dihapus dari buletin, meskipun tetap disebutkan bahwa “prognosis masih dijaga.”
Ketiga, hasil tes darah menunjukkan perbaikan baik dalam kondisi anemia maupun jumlah trombosit yang sempat rendah, yang sebelumnya memerlukan transfusi darurat pada Sabtu, 22 Februari.
Hal positif lainnya adalah tidak adanya serangan pernapasan selama empat hari berturut-turut. Untuk pertama kalinya, juga disebutkan bahwa Paus menjalani fisioterapi pernapasan, yang tentunya membawa manfaat besar.
Mengenai hasil CT scan, sumber-sumber Vatikan menjelaskan bahwa “perkembangan normal dari kondisi peradangan paru-paru” berarti penyakitnya berkembang sesuai harapan, sebagaimana terjadi pada pasien lain yang mendapat perawatan serupa. Namun, fakta bahwa prognosis masih dijaga menunjukkan bahwa kondisi keseluruhan tetap membutuhkan perhatian besar.
Menurut Direktur Kantor Pers Vatikan, Matteo Bruni, Paus merasakan kasih sayang dari banyak orang yang mengirimkan pesan dan gambar (terutama dari anak-anak) serta dari umat yang terus mendoakannya. Paus pun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak.
Hari ini (Rabu) mengikuti pola yang telah terbentuk dalam beberapa hari terakhir. Di pagi hari, pernyataan singkat dari Kantor Pers Vatikan menginformasikan bahwa Paus kembali menjalani malam yang tenang dan “sedang beristirahat.”
Kemudian, sumber Vatikan menjelaskan bahwa “Paus sudah bangun, duduk di kursinya, dan terus menjalani terapi.” Tidak menutup kemungkinan, sebelum akhir pekan, akan ada konferensi pers baru dari tim medis. Sumber yang sama menegaskan bahwa “Paus bisa makan secara normal.”
Tidak ada informasi mengenai kunjungan lain yang diterima selain dari para asisten terdekatnya sejak awal perawatan.
Pada siang hari, Kantor Pers Vatikan mengeluarkan buletin harian mengenai kebijakan yang diambil Paus. Hari ini, beberapa uskup di berbagai belahan dunia diumumkan menerima penunjukan baru.
Seperti pekan lalu, teks katekese yang seharusnya disampaikan dalam audiensi umum juga didistribusikan. Bruni menjelaskan bahwa teks tersebut telah “disiapkan sebelumnya,” yang juga berlaku untuk dokumen-dokumen kepausan lain yang diterbitkan selama masa rawat inap ini.
Katekese ini merupakan bagian dari rangkaian audiensi dalam perayaan Yubileum, dengan tema “Yesus Kristus, Harapan Kita.” Hari ini, pembahasan difokuskan pada peristiwa Injil tentang Yesus dipersembahkan di Bait Allah, menyoroti kidung Simeon, yang melihat kematian bukan sebagai akhir, tetapi sebagai pemenuhan dan pintu menuju kehidupan sejati yang telah ia nantikan.
Selain itu, buletin juga menginformasikan bahwa pada 11 Februari lalu—sebelum dirawat di Gemelli—Paus mendirikan Commissio de Donationibus pro Sancta Sede, yang bertugas menggalang dana bagi Tahta Suci melalui kampanye di kalangan umat, Konferensi Waligereja, dan calon donatur lainnya.
Komisi ini juga bertanggung jawab mencari pendanaan untuk proyek-proyek tertentu yang diajukan oleh lembaga Kuria Romawi dan Pemerintah Kota Vatikan.
Sementara itu, di Rumah Sakit Gemelli, Vikaris Roma, Kardinal Baldo Reina, memimpin Misa di kapel utama rumah sakit.
“Kita berdoa agar Tuhan segera memulihkan kesehatan Uskup kita, sehingga ia dapat kembali memimpin Gereja dan kita dapat terus menikmati ajaran serta nubuatnya.” Setelah Misa, Pastor Nunzio Currao, kapelan rumah sakit, memberi tahu umat yang hadir bahwa Paus mengetahui adanya perayaan Misa ini dan berterima kasih atas doa mereka.***